Damkar Kota Semarang melaporkan nomor yang diduga debt collector (DC) pelaku prank kebakaran satu unit warung nasi goreng di Kecamatan Semarang Barat. Dari hasil pelacakan nomor tersebut terdeteksi berada di Sleman.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan. Ade menyebut pihaknya mengadukan dugaan laporan palsu itu ke Polrestabes Semarang pada Jumat (24/4).
"Atas saran Pak Kepala Dinas dan komunikasi dengan teman-teman Polrestabes diminta untuk dilaporkan saja karena sesuai undang-undang KUHP. Tadi sudah dikirim (aduan) ke Polrestabes," jelas Ade di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Kecamatan Semarang Barat, Jumat (24/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ade menyebut, terduga DC tersebut sebelumnya mengaku berada di Surabaya, Jawa Timur. Saat dilacak melalui nomor seluler, orang tersebut berada di Sleman, DIY.
"Dan kami juga minta bantuan kawan-kawan tadi yang memiliki kemampuan untuk ngecek posisi nomor HP tersebut dan ternyata posisinya ada di Sleman. Padahal yang bersangkutan alasannya ada di Surabaya," terangnya.
Baca juga: Giliran Damkar Semarang Kena Prank DC Pinjol |
Saat ini, nomor yang digunakan terduga DC tersebut sudah tidak aktif. Ade menganggapnya sebagai tidak ada niatan baik untuk meminta maaf.
"Jadi menurut saya memang sudah enggak ada indikator baik untuk meminta maaf atau klarifikasi. Padahal kami sudah minta yang bersangkutan minta bikin saja video konfirmasi. Ternyata nomornya sudah tidak aktif," ungkap Ade.
Sementara itu, Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, menyebut pihaknya mengirim pengaduan ke Polrestabes Semarang. Adapun teradu yakni nomor yang digunakan terduga DC tersebut.
"Kalau itu pengaduan. (Yang diadukan soal laporan fiktif yang dibuat terduga DC itu?) Iya, karena kita di situ tidak bisa menyebutkan identitas nama dan lain sebagainya hanya nomor HP," kata Tantri.
Diberitakan sebelumnya, Damkar Kota Semarang mendapat laporan palsu tentang adanya kebakaran sebuah warung nasi goreng di Jalan WR Supratman, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat. Ternyata laporan tersebut dibuat oleh seorang debt collector (DC) pinjaman online (pinjol).
Adapun laporan tersebut disampaikan melalui WhatsApp ke nomor 113 pada Kamis (23/4/2026) pukul 17.10 WIB.
"Jadi ini ceritanya tadi ada laporan ke sini, ternyata itu DC pinjol. Jadi itu diteror oleh DC pinjol melaporkan kalau warung nasi gorengnya itu kebakaran," kata Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, saat dihubungi malam ini.
Namun saat datang ke lokasi, petugas Damkar tidak menjumpai adanya satu unit warung nasi goreng yang terbakar. Tantri menduga, DC tersebut melapor untuk menakut-nakuti pemilik warung tersebut.
"Ternyata setelah anggota kami ke sana tidak ada kebakaran, ternyata dari DC pinjol. DCnya (yang melapor) buat nakut-nakutin," terangnya.
Tantri menyebut, nama pelapor yakni Adi. Dia menyebut, ada dua armada dengan 12 personel yang diterjunkan ke lokasi kejadian.
"Kalau tadi di situ tertera nama pelapornya Adi," katanya.
Damkar Kota Semarang mengetahui jika laporan tersebut dari DC, Tantri mengungkapkan, personelnya dicurhati oleh pemilik warung jika pemilik warung tersebut terjerat pinjol.
"Tahu itu pas pemilik warungnya cerita kalau dia punya utang ke pinjol," ungkapnya.
Tantri pun sempat menelpon pembuat laporan tersebut. Namun, teleponnya tidak diangkat.
"Tadi saya telepon lagi tidak diangkat, dari pinjolnya," terangnya.
(apl/ahr)











































