DC Prank Damkar Semarang Ngaku Tak Terlibat Laporan Fiktif Ambulans Sleman

DC Prank Damkar Semarang Ngaku Tak Terlibat Laporan Fiktif Ambulans Sleman

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Sabtu, 25 Apr 2026 20:40 WIB
DC pembuat laporan palsu datang ke Mako Damkar Kota Semarang, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Sabtu (25/4/2026).
DC pembuat laporan palsu datang ke Mako Damkar Kota Semarang, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Sabtu (25/4/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJogja.
Semarang -

Bonefentura Soa (29), debt collector (DC) pinjol nekat membuat laporan palsu terkait kebakaran warung nasi goreng di Kecamatan Semarang Barat. Meski begitu, dia mengaku tidak membuat laporan palsu di Sleman, DIY.

"Nah, untuk yang di Sleman saya mau sampaikan juga sama tim teman-teman media atau semua masyarakat Indonesia. Untuk yang di Sleman itu saya tidak tidak ada keterkaitan sama sekali," kata Fenan di Mako Damkar Kota Semarang, Kecamatan Semarang Barat, Sabtu (25/4/2026).

Dia pun mengaku tidak tahu siapa DC yang membuat laporan fiktif di Sleman. Dia mengaku baru tahu adanya kabar tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak tahu itu siapa," sebutnya.

ADVERTISEMENT

Dilansir detikJogja, terjadi laporan fiktif yang menyasar ambulans di Sleman. Admin Ambulans Mercy Jogja, Aziz Apri Nugroho, menceritakan awal mula kejadian tersebut.

Dia mengatakan menerima telepon dari nomor tak dikenal yang meminta penjemputan pasien darurat sekitar pukul tiga sore.

"Awalnya ditelepon nomor asing, diminta mendatangi lokasi. Katanya ada pasien emergency minta diantar ke Rumah Sakit Panti Rapih," kata Aziz saat dihubungi wartawan, Rabu (22/4).

Permintaan itu kemudian diteruskan kepada sopir ambulans, Muklis, untuk ditindaklanjuti ke lokasi di wilayah Caturtunggal, Depok, Sleman.

Namun setibanya di lokasi, Muklis tidak menemukan pasien yang dimaksud. Warga sekitar juga menyebut nama yang dicari sudah tidak tinggal di alamat tersebut.

"Sudah sampai sana ternyata nggak ada pasiennya. Warga juga bilang orang yang dicari sudah pindah sejak tiga tahun lalu," ujarnya.

Tak hanya ambulans, petugas pemadam kebakaran (Damkar) Sleman juga sempat datang ke lokasi yang sama setelah menerima laporan berbeda.

"Damkar juga sampai situ. Katanya dapat laporan ular," ucapnya.

Aziz menjelaskan, pelaku menyebut identitas pasien lengkap beserta alamat dan mengirimkan titik lokasi melalui peta digital. Bahkan, pelaku juga sempat menyebut nominal biaya.

"Nelpon itu menyebut nama pasien, alamat lengkap, sampai maps juga dikirim. Kalau kami kan ambulans infak saja. Kalau nggak mampu gratis nggak apa-apa. Tapi tadi sempat juga ngomong nominal sekitar Rp 300 ribu, tapi disuruh minta yang bersangkutan," jelasnya.

Setelah menyadari tidak ada pasien, pihaknya mencoba menghubungi kembali nomor tersebut. Dari situ, pelaku disebut mengaku berasal dari pinjol.

"Pas ditelepon balik, sempat mengaku dari pinjol. Pinjol rakyat, katanya. Tapi setelah itu dihubungi, di-VC juga nggak diangkat," katanya.

Aziz mengungkapkan, kejadian serupa bukan kali pertama dialaminya. Dia menyebut sudah tiga kali menerima order fiktif dengan pola yang hampir sama.

"Ini sudah ketiga kalinya kena. Yang pertama dulu sekitar empat tahun yang lalu kena, disuruh antar jenazah di Condongcatur, ternyata nggak ada. Yang kedua itu (sekitar) dua tahun lalu di daerah Mlati," ungkapnya.

Selain itu, nomor pelaku juga sempat menghubungi beberapa ambulans lain di wilayah Yogyakarta.

"Tadi itu masuk ke beberapa nomor ambulans juga, nggak cuma kami. Kebetulan yang bisa datang kami," ujarnya.

Terkait kejadian ini, Aziz mengaku belum berencana melaporkan ke pihak kepolisian. Namun dia berharap peristiwa ini menjadi perhatian agar tidak terulang kembali.

"Kalau jadi atensi (disuruh) laporan ya laporan, kalau enggak ya sudah tidak apa-apa. Sudah tiga kali ini soalnya," pungkasnya.

Laporan Fiktif ke Damkar Kota Semarang

Damkar Kota Semarang mendapat laporan palsu tentang adanya kebakaran sebuah warung nasi goreng di Jalan WR Supratman, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat. Ternyata laporan tersebut dibuat oleh seorang debt collector (DC) pinjaman online (pinjol).

Adapun laporan tersebut disampaikan melalui WhatsApp ke nomor 113 pada Kamis (23/4) pukul 17.10 WIB.

"Jadi ini ceritanya tadi ada laporan ke sini, ternyata itu DC pinjol. Jadi itu diteror oleh DC pinjol melaporkan kalau warung nasi gorengnya itu kebakaran," kata Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, saat dihubungi malam ini.

Namun saat datang ke lokasi, petugas Damkar tidak menjumpai adanya satu unit warung nasi goreng yang terbakar. Tantri menduga, DC tersebut melapor untuk menakut-nakuti pemilik warung tersebut.

"Ternyata setelah anggota kami ke sana tidak ada kebakaran, ternyata dari DC pinjol. DCnya (yang melapor) buat nakut-nakutin," terangnya.

Tantri menyebut, nama pelapor yakni Adi. Dia menyebut, ada dua armada dengan 12 personel yang diterjunkan ke lokasi kejadian.

"Kalau tadi di situ tertera nama pelapornya Adi," katanya.



(apl/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads