Bonefentura Soa (29), debt collector (DC) pinjol mengungkap alasannya membuat laporan palsu ke Damkar Kota Semarang terkait kebakaran warung nasi goreng di Kecamatan Semarang Barat. Pria yang akrab disapa Fenan itu mengaku susah menghubungi pengutang.
Fenan mengaku bersalah atas apa yang sudah dilakukannya tersebut. Dia menyebut dirinya membuat panggilan fiktif ke Damkar Kota Semarang lantaran susah menghubungi orang yang mempunyai utang.
"(Mengapa membuat laporan fiktif ke Damkar?) Kalau untuk itu mungkin karena ya di sini saya bekerja, Pak, ya. Saya bekerja ini karena mungkin ada rasa kesalahan juga karena kita hubungi (pengutang) juga agak susah ya. Jadi mungkin saya membuat hal seperti itu," kata Fenan di Mako Damkar Kota Semarang, Kecamatan Semarang Barat, Sabtu (25/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya soal mengapa tidak meminta tolong langsung ke Damkar untuk menghubungi pengutang, Fenan menyebut, dirinya sempat terpikir hal tersebut. Namun, dia langsung membuat laporan fiktif tersebut.
"Kenapa menelepon Damkar untuk mendatangi pengutang?) Kalau itu, tim perwakilan di sini (Damkar) mungkin ada (niat meminta tolong). Cuma memang saat itu saya pikirannya langsung ke situ (membuat laporan fiktif)," ungkapnya.
Dia mengaku baru kali ini membuat laporan fiktif. Dia mengatakan, dirinya baru menjadi DC pada awal tahun ini.
"Kalau untuk telepon fiktif, order fiktif, ini baru pertama kalinya," sebutnya.
Diberitakan sebelumnya, Fenan mengaku bersalah atas pembuatan laporan fiktif tersebut.
"Meminta maaf sebesar-besarnya kepada tim Damkar Semarang, kepada masyarakat Semarang semuanya," ungkap Fenan.
Dia mengakui perbuatannya merugikan banyak pihak.
"Saya mengakui perbuatan saya merugikan bukan hanya satu pihak, banyak pihak," ungkapnya.
Membuat Laporan Fiktif
Damkar Kota Semarang mendapat laporan palsu tentang adanya kebakaran sebuah warung nasi goreng di Jalan WR Supratman, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat. Ternyata laporan tersebut dibuat oleh seorang debt collector (DC) pinjaman online (pinjol).
Adapun laporan tersebut disampaikan melalui WhatsApp ke nomor 113 pada Kamis (23/4/2026) pukul 17.10 WIB.
"Jadi ini ceritanya tadi ada laporan ke sini, ternyata itu DC pinjol. Jadi itu diteror oleh DC pinjol melaporkan kalau warung nasi gorengnya itu kebakaran," kata Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, saat dihubungi malam ini.
Namun saat datang ke lokasi, petugas Damkar tidak menjumpai adanya satu unit warung nasi goreng yang terbakar. Tantri menduga, DC tersebut melapor untuk menakut-nakuti pemilik warung tersebut.
"Ternyata setelah anggota kami ke sana tidak ada kebakaran, ternyata dari DC pinjol. DCnya (yang melapor) buat nakut-nakutin," terangnya.
Tantri menyebut, nama pelapor yakni Adi. Dia menyebut, ada dua armada dengan 12 personel yang diterjunkan ke lokasi kejadian.
"Kalau tadi di situ tertera nama pelapornya Adi," katanya.
(apl/apl)











































