Ngerinya Erupsi Merapi 2010, Lantai Rumah Memerah Terkena Awan Panas

Ngerinya Erupsi Merapi 2010, Lantai Rumah Memerah Terkena Awan Panas

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Kamis, 27 Okt 2022 09:45 WIB
Kondisi Desa Tlogolele, Boyolali saat erupsi Merapi 26 Oktober 2010.
Kondisi Desa Tlogolele, Boyolali saat erupsi Merapi 26 Oktober 2010. (Foto: Jarmaji/detikJateng)
Klaten -

Erupsi besar Gunung Merapi 12 tahun silam masih membekas di ingatan warga Kawasan Rawan Bencana (KRB) Merapi. Warga mengungkap momen horor saat lantai rumah mereka memerah gegara awan panas.

Kaur Perencanaan Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Jainu mengungkapkan 26 Oktober 2010 terjadi erupsi besar. Saat itu dirinya pulang ke rumahnya di Cangkringan Sleman.

Jainu menyebut menjelang magrib, terjadi erupsi besar yang disusul kekacauan luar biasa. "Letusan itu menewaskan Mbah Maridjan, setelah itu kita menempati pengungsian sampai terjadi letusan kedua tanggal 5 November. Malam itu saya pulang ke rumah di Cangkringan, Sleman," papar Jainu.


Kala itu, sekitar jam 24.00 WIB, ungkap Jainu, di belakang rumah terdengar gemuruh dan kondisi listrik padam. Seisi rumah pun menangis. Saat itu dirinya bangun tidur menuju ke belakang rumah dan melihat cahaya.

"Saya melihat cahaya, saya kira meter listrik menyala tetapi ternyata kandang sapi saya terbakar. Sapi saya 20 ekor terbakar waktu itu mati semua, ada yang terbakar di kandang, di jalan dan kebun," sambung Jainu.

Melihat itu, kata Jainu, dirinya menggunakan mobil menyelamatkan keluarganya. Saat itu lantai rumah sudah tidak bisa diinjak karena panas.

"Saya keluar rumah tidak bisa menginjak lantai rumah karena sudah merah karena awan panas. Saya keluar menginjak kursi dan meja, setelah lari dengan mobil pun di jalan sudah tidak bisa melihat jalan," papar Jainu.

Jalanan, sebut Jainu, gelap dengan debu pasir dan hujan gerimis. Dirinya tidak tahu tujuan yang penting menjauh dari rumah.

"Yang penting menjauh, di jalan lihat orang berlarian, jatuh dan lainnya tapi sudah tidak bisa kenali lagi," tutur Jainu mengenang kala itu.



Simak Video "Cerita Warga Korban Banjir Bandang di Semarang, Harta Benda Ludes"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/ams)