Warga di Klaten Cemas Tempat Tinggal Terkepung Proyek Tol dan Sungai

Achmad Syauqi - detikJateng
Kamis, 27 Jan 2022 17:48 WIB
Puing-puing rumah di Dusun Pasekan yang akan dilalui jalan tol
Puing-puing rumah di Dusun Pasekan yang akan dilalui jalan tol. (Foto: Achmad Syauqi/detikJateng)
Klaten -

Delapan keluarga di Dusun Pasekan, Desa Ngabeyan, Karanganom, Kabupaten Klaten, khawatir bakal terisolasi proyek Tol Jogja-Solo hanya bisa pasrah setelah pemerintah menolak memberi ganti rugi bangunan dan tanah mereka.

"Ya sudah, pengajuan (ganti rugi) tapi (pemerintah) tetap ndak mau, bagaimana lagi," kata Erwin (22), warga Dusun Pasekan, saat ditemui detikJateng, Kamis (27/1/2022).

Dari pantauan detikJateng, pembangunan fisik Tol Jogja-Solo memang belum sampai di Dusun Pasekan. Namun, belasan rumah warga di dusun itu yang akan diterjang jalan tol sudah tinggal puing-puing. Pemiliknya sudah membangun rumah baru, sekitar 500 meter di barat dusun.

Jika jalan tol sudah dibangun di atas puing-puing rumah tersebut, 8 keluarga yang tersisa di timur dusun itu hampir dapat dipastikan bakal terkurung.

Sebab, lahan yang mereka tinggali selama ini dikelilingi sungai dari sisi timur, utara, dan selatan. Sedangkan di sebelah baratnya akan ada jalan tol.

Kades Ngabeyan, Supriyadi, mengatakan 8 keluarga itu tidak bisa mendapatkan ganti rugi karena rumah mereka berdiri di atas tanah milik pemerintah (tanah oro-oro). Namun, Supriyadi menjamin mereka tidak akan terkurung karena bakal dibuatkan akses jalan.

"Nanti dibuatkan jalan. RT juga tidak akan diubah karena sebagian warga hanya pindah ke barat dusun yang lama, tapi masih di wilayah RT 19," kata Supriyadi saat dihubungi detikJateng.

"Tetangga-tetangga yang rumahnya kena (jalan tol) sudah pindah ke barat sana," kata Erwin.

Warga lain, Diono (50), mengatakan mereka sudah berusaha maksimal agar mendapatkan ganti rugi sehingga bisa keluar dari dusun yang lama.

Namun, upaya mereka tidak membuahkan hasil. Diono mengaku tidak masalah di dusunnya kini tinggal 8 keluarga, asalkan mereka tetap dibuatkan jalan untuk bisa keluar dari kepungan sungai dan jalan tol.

"Asal jalannya tetap ada. Jarak ke rumah warga yang sudah pindah ke sebelah barat juga tidak jauh, sekitar 500 meter. Mau bagaimana lagi, kondisinya begini," kata Diono.



Simak Video "Baliho Raksasa Ajak Nikah Mbak Maya Nangkring di Klaten"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/sip)