Ini Daftar Sekolah di Jateng yang Tutup Gegara Corona Marak Lagi

Tim detikcom - detikJateng
Kamis, 27 Jan 2022 16:53 WIB
Siswa di SDN Jati 01 Pagi, Pulo Gadung, Jakarta Timur, jalani swab tes massal. Tes dilakukan sebagai upaya cegah penyebaran virus Corona di lingkungan sekolah.
Ilustrasi penyemprotan disinfektan di sekolah. (Foto: Pradita Utama)
Solo -

Kasus virus Corona atau COVID-19 kembali marak hingga menyerang di lingkungan sekolah di Jawa Tengah (Jateng). Bahkan, saat ini sudah ada beberapa sekolah yang terpaksa ditutup agar kasus tidak meluas.

Berikut sekolah-sekolah yang ditutup karena COVID-19.

SMA Warga Solo

Kasus di SMA Warga Solo bermula ketika sejumlah guru dan murid mengambil video ke Boyolali. Sepulang dari Boyolali, salah satu guru mengalami sakit dan ternyata positif COVID-19.

"Senin (24/1), kami dapat informasi dari Puskesmas Purwodiningratan bahwa guru kami positif COVID-19," kata Kepala SMA Warga Solo, Purwoto, Kamis (27/1/2022).

Setelah dilakukan tracing, 12 orang harus menjalani tes swab. Namun ada 11 yang dinyatakan positif COVID-19.

"Kita sudah mengambil langkah untuk menyelamatkan kesehatan seluruh warga sekolah. Untuk memastikan adanya 12 guru dan siswa yang terpapar COVID-1, maka sekolah itu akhirnya kita tutup sementara," kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Suratno saat dihubungi wartawan, Kamis (27/1/2022).

Selama SMA Warga ditutup sementara, Suratno mengatakan, proses pempelajaran dilakukan secara jarak jauh atau daring.

SMPN 1 Kemalang dan SMPN 1 Karangnongko Klaten

Pembelajaran tatap muka (PTM) di SMP Negeri 1 Kemalang dan SMP Negeri 1 Karangnongko dihentikan sementara. Sebab, dari hasil tes swab acak, diketahui ada siswa yang positif COVID-19 di dua sekolah tersebut.

"Mulai hari ini PTM (di dua sekolah tersebut) dihentikan sementara, karena ada satu siswa di masing-masing sekolah itu yang positif COVID-19," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Klaten, Yunanta, saat ditemui detikJateng di kantornya, Kamis (27/1/2022).

Yunanta mengatakan penghentian PTM sementara itu dilakukan untuk lima hari ke depan sambil menunggu perkembangan. Apabila ditemukan penularan, penghentian PTM akan diperpanjang.

"Tetapi jika hasil tracing ada lagi, bisa kita perpanjang 10 hari. Kita menunggu perkembangan dari satgas," sebut Yunanta.

Menurut Yunanta, Pemkab Klaten sudah mengeluarkan surat edaran menyikapi temuan COVID tersebut. "Sementara siswa belajarnya daring. Sambil menunggu tracing satgas, kita akan sesuaikan dengan protokol kesehatan," sambung Yunanta.



Simak Video "Baliho Raksasa Ajak Nikah Mbak Maya Nangkring di Klaten"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/aku)