A-Z Soeharto, Pendidikan hingga Perjalanan Politik

Tim detikcom - detikJateng
Kamis, 27 Jan 2022 16:37 WIB
Patung-patung Soeharto di Museum Memorial Soeharto
Patung Soeharto di Museum Memorial Soeharto. (Foto: Pradito R Pertana/detikJateng)
Jogja -

Presiden kedua Indonesia, Soeharto meninggal dunia pada tepat hari ini 14 tahun silam. Seperti apa perjalanan hidup sosok presiden dengan jabatan terlama di Indonesia ini?

Dikutip dari website perpunas.go.id, Kamis (27/1/2022), berikut ini riwayat hidup Soeharto.

Soeharto Lahir di Mana?

Soeharto lahir di Argomulyo, Kemusuk, Sedayu, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 8 Juni 1921. Soeharto merupakan anak dari pasangan Kertosudiro dan Sukirah. Kertosudiro merupakan seorang petani yang juga pembantu lurah. Tempat lahir Soeharto kini telah menjadi museum yang diberi nama Museum Soeharto.

Berdasarkan catatan museum tersebut melalui websitenya, Soeharto lahir di sebuah sentong atau kamar yang hingga kini fondasinya masih tersisa dan dipertahankan.

Masa Kecil Soeharto

Perkawinan orang tua Soeharto tidak berlangsung lama. Ketika Soeharto kecil, keduanya bercerai.

Soeharto kecil kemudian diasuh oleh Mbah Kromodiryo seorang dukun bayi di Kemusuk. Setelah bercerai, ibu Soeharto menikah lagi dengan Purnama (Atmopawiro) dan mempunyai tujuh anak yang salah satunya yakni Probosutedjo.

Setelah berumur 4 tahun, Soeharto kembali diasuh oleh ibu kandungnya.

Apa Pendidikan Soeharto?

  • SD di Tiwir, Yogyakarta, Wuryantoro dan Solo (1929-1934)
  • SMP dan Sekolah Agama, Wonogiri dan Yogyakarta (1935-1939)
  • Masuk KNIL dan Mengikuti Pendidikan Dasar Militer di Gombong, Jateng (1 Juni 1940).
  • Sekolah Kader di Gombong (2 Desember 1940)
  • Masuk Kepolisian Jepang Keibuho (Mei 1943)
  • SSKAD, Bandung (1959-1960)

Pernikahan Soeharto

Soeharto dan Siti Hartinah menikah pada 26 Desember 1947 di Solo. Pada saat itu Soeharto berusia 26 tahun dan Hartinah 24 tahun. Mereka dikaruniai enam putra dan putri:
Siti Hardiyanti Hastuti
Sigit Harjojudanto
Bambang Trihatmodjo
Siti Hediati Herijadi
Hutomo Mandala Putra
Siti Hutami Endang Adiningsih

Perjalanan Politik Soeharto

Pak Harto memulainya karir militernya sebagai sersan tentara KNIL, kemudian komandan PETA, komandan resimen dengan pangkat Mayor dan komandan batalyon berpangkat Letnan Kolonel.

Pada tahun 1949, Soeharto memimpin pasukannya merebut kembali kota Yogyakarta dari tangan penjajah Belanda. Soeharto juga pernah menjadi Pengawal Panglima Besar Sudirman. Selain itu juga pernah menjadi Panglima Mandala (pembebasan Irian Barat).

Perjalanan penting politik Soeharto dimulai pada 1965. Hingga akhirnya Sidang Istimewa MPRS, menunjuk Pak Harto sebagai Pejabat Presiden pada Maret 1967. Soeharto kemudian dikukuhkan sebagai Presiden kedua RI pada Maret 1968. Pak Harto memerintah lebih dari tiga dasawarsa lewat enam kali pemilu. Hingga akhirnya Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998.

Kesehatan Soeharto menurun pada tahun 2008. Setelah dirawat selama 24 hari di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan, Soeharto meninggal dunia pada Minggu, 27 Januari 2008. Soeharto meninggal pada pukul 13.10 siang dalam usia 87 tahun.



Simak Video "Herannya Titiek Nama Soeharto Tak Ada di Keppres 1 Maret: Lucu Aja"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/aku)