7 Fakta Heboh Pemotor Santuy Lawan Arah di Jalan Jogja-Solo

Tim detikcom - detikJateng
Senin, 24 Jan 2022 05:30 WIB
Pemotor santuy lawan arah di Jalan Yogya-Solo Klaten, Jumat (21/1/2022)
Pemotor santuy lawan arah di Jalan Yogya-Solo Klaten (Foto: dok. tangkapan layar IG kabar_klaten)
Klaten -

Video seorang pemotor berpakaian mirip seragam sekolah melaju melawan arah di Jalan Jogja-Solo, Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah viral. Pemotor tersebut sudah diketahui identitasnya dan sudah dilakukan pembinaan.

Aksi nekat pemotor wanita itu mulanya diunggah akun Instagram kabar_klaten pada Jumat (21/1) sekitar pukul 19.00 WIB. Dalam rekaman video berdurasi 22 detik itu terlihat pemotor itu seorang wanita berhijab dan tidak mengenakan helm.

Dalam video tersebut pemotor itu terlihat santai berkendara di jalur kanan dari perekam video. Tampak pemotor itu santuy melewati motor, mobil bahkan truk yang berada di sisi kanannya.

Aksi nekat pemotor santuy lawan arah ini pun sempat diperingatkan oleh perekam video. Berikut fakta-faktanya:

1. Pemotor ternyata di bawah umur

Dari hasil penyelidikan polisi pemotor santuy lawan arah di Jalan Jogja-Solo itu diketahui seorang pelajar berinisial FN (16). FN diketahui pelajar SMK swasta di Prambanan.

"Berkaitan kejadian yang viral di media sosial, tadi malam sudah diamankan unit Gakkum Sat Lantas Polres Klaten. Yang bersangkutan berinisial FN, 16 tahun, bertempat tinggal di Kecamatan Kemalang. Dia seorang pelajar SMK swasta di Prambanan," ungkap Kasat Lantas Polres Klaten AKP Muhammad Fadhlan kepada wartawan di Mapolres Klaten, Sabtu (22/1/2022).

2. Identitas terlacak dari seragam sekolah

Kasat Lantas Polres Klaten AKP Muhammad Fadhlan menyebut penyelidikan dilakukan dengan menghubungi pengunggah video dan meminta rekaman. Dari temuan itu polisi lalu mengecek jenis pakaian seragam pemotor tersebut.

"Kita minta dikirim rekaman, kita profiling, CCTV ternyata tidak ada. Kita cek jenis pakaian di mana dia sekolah, kemudian mengerucut satu sekolah," ucap Fadhlan.

3. Tidak punya SIM

Fadhlan menyebut aksi nekat itu dilakukan usai FN pulang setalah ada kegiatan sekolah. Kepada polisi, FN juga mengaku tidak memakai helm dan tidak memiliki SIM.

"Tidak punya SIM, tidak pakai helm. Kami imbau ke orang tua, tolong anak yang masih labil belum punya SIM jangan diberi kendaraan," sebut Fadhlan.

Selengkapnya di halaman berikut...

4. Dikenakan tilang

Setelah mendapatkan identitas FN, polisi lalu mendatangi rumah yang bersangkutan untuk dimintai keterangan. Pembinaan juga diberikan untuk orang tua FN dan tyang bersangkutan dikenakan sanksi tilang.

"Kita kenakan tilang, membuat pernyataan dan pembinaan kepada orang tuanya. Pasal yang disangkakan pasal 287 ayat 1 UU 22/ 2009 dengan ancaman kurungan 2 bulan dan atau denda Rp 500.000. Tapi karena di bawah umur kita lakukan pembinaan," ucap Fadhlan.

5. Tidak ditahan

Meski perbuatannya dinilai membahayakan keselamatan orang lain, FN tidak ditahan. Polisi beralasan yang bersangkutan masih di bawah umur dan memutuskan untuk memberikan pembinaan.

"Tapi karena di bawah umur kita lakukan pembinaan sekaligus (mendatangkan) orang tuanya," ucap Fadhlan.

6. Motif lawan arah gegara ingin ambil jalan pintas

Kepada polisi, FN mengaku santuy mengendarai motor dengan melawan arah karena ingin mengambil jalan pintas. Dia juga mengaku sempat bingung.

"Dia ambil jalan pintas, pengin cepet, malah melakukan hal yang sangat berbahaya. Jika saat itu ada kendaraan yang tidak siap, dia bisa tertabrak atau kendaraan lain menghindarinya, bisa juga memicu kecelakaan," papar Fadhlan.

7. Diminta membuat surat pernyataan

Jarak lajur yang dilalui FN, jelas Fadhlan, panjangnya sekitar satu kilometer sehingga berbahaya. Untuk itu yang bersangkutan sudah diminta membuat pernyataan.

"Kita minta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi lagi. Kepada orang tua, saya imbau jangan memberikan anak sepeda motor jika belum cukup umur untuk memiliki SIM," pungkas Fadhlan.



Simak Video "Siomay Dua Putera Mang Ujang, Sehari Ludes Terjual dalam 2 Jam"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/ams)