Banjir di Banyudono Boyolali Berangsur Surut

Ragil Ajiyanto - detikJateng
Senin, 24 Jan 2022 00:14 WIB
Banjir menggenangi permukiman di Dukuh Gatak, Desa Banyudono, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Minggu (23/1/2022) malam.
Banjir menggenangi permukiman di Dukuh Gatak, Desa Banyudono, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Minggu (23/1) malam. (Foto: Ragil Ajiyanto/detikJateng)
Boyolali -

Banjir yang melanda Desa Banyudono, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali malam ini berangsur surut. Warga pun kini sudah mulai ke rumahnya masing-masing.

"Alhamdulillah, banjir sudah surut. Semoga malam ini nggak turun hujan lebat lagi," kata Camat Banyudono, Jarot Purnama, saat dihubungi detikJateng, Minggu (23/1/2022).

Banjir yang menggenangi Dukuh Gatak RT 01/01 Desa Banyudono pada Minggu (23/1) sejak pukul 18.00 WIB. Selain menggenangi rumah warga, banjir juga merendam kios, gereja, bekas gedung, jalan, dan lapangan desa setempat.

Akibat banjir ini warga pun mengungsi ke Balai Kampung maupun ke rumah keluarganya. Namun, ada pula yang tetap bertahan di dalam kios atau pun rumahnya.

"Warga saat ini sudah kembali ke rumahnya, ada yang bermalam di rumah saudara terdekatnya," imbuh Jarot.

Hal senada disampaikan Kapolsek Banyudono, AKP Luqman Effendi. Luqman menyebut banjir di Dukuh Gatak, Desa Banyudono malam ini sudah surut, dan warga mulai kembali ke rumahnya masing-masing.

"Sudah mulai surut dan warga juga sudah mulai kembali ke rumahnya," jelas Luqman.

Untuk diktahui, banjir di Dukuh Gatak ini menggenangi 22 kios, 3 rumah warga, satu gereja, bekas gedung dan lapangan. Banjir juga menggenangi jalan dukuh setempat.

Banjir ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi. Air masuk ke kampung di utara jalan raya Semarang-Solo sekitar pukul 18.00 WIB tadi.

Saat itu hujan yang mengguyur wilayah Banyudono mulai reda. Namun, kemudian air dari selokan jalan raya meluap masuk ke Dukuh Gatak.

"Air limpahan dari barat, saluran (air) utara jalan raya (Semarang-Solo) nggak bisa nampung, akibatnya meluap di sekitaran lapangan dan pertokoan di sekitar lapangan," kata Camat Banyudono, Jarot Purnama, kemarin malam.

"Penyebab banjir ini karena curah hujan yang tinggi. Kemudian, air dari desa sebelah, Desa Ketaon dan areal persawahan mengalirnya ke timur. Kebetulan di sini (Dukuh Gatak) lokasinya rendah," jelas Jarot.



Simak Video "Banjir Bandang di Wonosobo, Seorang Nenek Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/ams)