Terpopuler Sepekan

Pelecehan Wanita Berbuntut Pencopotan Kasat Reskrim Polres Boyolali

Ragil Ajiyanto - detikJateng
Minggu, 23 Jan 2022 09:26 WIB
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi, bicara soal pelecehan verbal Kasat Reskrim Polres Boyolali, Selasa (18/1/2022).
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi, bicara soal pelecehan verbal Kasat Reskrim Polres Boyolali, Selasa (18/1/2022). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Boyolali -

Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi mencopot AKP Eko Marudin dari jabatan sebagai Kasat Reskrim Polres Boyolali. Eko harus kehilangan jabatannya itu karena diduga melakukan pelecehan secara verbal terhadap wanita pelapor pelecehan seksual.

"Sebelumnya saya Kapolda Jateng menyampaikan permohonan maaf kepada pelapor yang sebesar-besarnya atas dugaan pelecehan, pelanggaran etika yang dilakukan oleh anak buah saya. Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Eko Marudin langsung saya copot dari jabatannya dan digantikan oleh AKP Donna Briadi, sebelumnya menjabat Kasat Reskrim Banjarnegara," kata Luthfi kepada wartawan di Mapolda Jateng, Selasa (18/1/2022).

Pada hari itu juga sore harinya, serah terima jabatan (Sertijab) Kasat Reskrim Polres Boyolali dilakukan di Mapolres setempat. Dipimpin oleh Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond. Eko Marudin digantikan Donna Briadi sebagai Kasat Reskrim Polres Boyolali.

Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond mengatakan setelah dicopot dari jabatannya, AKP Eko Marudin selanjutnya menjalani pemeriksaan di Bid Propam Polda Jateng.

"Kami sudah mendapatkan perintah dari Bapak Kapolda berdasarkan surat telegram nomor ST/83 /I/ KEP/ 2022 Tanggal 18 Januari 2022, untuk yang bersangkutan dinonaktifkan sebagai pejabat Kasat Serse Polres Boyolali dan yang bersangkutan akan menjalani pemeriksaan di Propam Polda," kata Morry di Polres Boyolali, Selasa (18/1/2022).

Dalam kesempatan tersebut Morry juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Boyolali khususnya, atas perilaku anggotanya tersebut. Pemeriksaan terkait kasus ini terus dilakukan.

"Saya atas nama Kapolres Boyolali menyampaikan kepada seluruh masyarakat Boyolali pada khususnya permohonan maaf atas perilaku yang sempat dilontarkan oleh salah satu anggota saya," ucap Morry.

Dikemukakan Morry, pelanggaran ini meski sifatnya verbal namun juga diatur dalam undang-undang. Kejadian ini juga sebagai bahan koreksi dan momen pelajaran bagi anggota Polres Boyolali, untuk lebih hati-hati dalam menerima atau memberikan layanan kepada masyarakat.

"Dan ini menjadi momen pelajaran bagi saya dan perwira lainnya untuk kita lebih care atau lebih hati-hati dalam menerima layanan atau memberikan layanan kepada masyarakat," imbuhnya.

Duduk perkara pelecehan berbuntut kasat reskrim dicopot

Ucapan apa yang dilontarkan Eko Marudin hingga menyinggung dan dinilai melecehkan pelapor serta berbuntut pencopotan dirinya sebagai Kasat Reskrim?

R (28) wanita yang merasa dilecehkan itu menceritakan kronologinya. Kasus ini bermula ketika suami R, ditangkap oleh Polres Boyolali karena kasus perjudian. Suami R diduga sebagai bandar judi.

Penangkapan dilakukan petugas Polres Boyolali pada 9 Januari 2022. Keesokan harinya, sekitar pukul 05.30 WIB, R didatangi oleh seorang pria tak dikenal yang mengaku anggota polda. Pria itu juga menunjukkan kartu anggota polisi dengan nama inisial GW.

Pria itu mengatakan kepada R akan membantu menguruskan kasus suaminya yang ditangkap polisi karena kasus perjudian itu. R saat itu juga diajak GW. R pun manut saja.

Pria itu pura-pura membawa R ke Mapolres Boyolali. GW bahkan sempat masuk ke Mapolres Boyolali, namun tak lama kemudian keluar lagi dan berkata kepada korban mau diajak langsung ke Polda Jateng.

R yang mulai curiga kemudian tanya ke pelaku mau diajak ke mana. Dari Polres perjalanan menuju pintu tol Boyolali, R sempat mau loncat dari mobil. Tapi justru mendapat perlakuan kasar, rambutnya dijambak dan diancam akan dibunuh.

Pelaku kemudian membawa R ke sebuah hotel di Bandungan, Kabupaten Semarang. Di situlah, korban mendapatkan pelecehan seksual dari pelaku yang mengaku anggota polisi tersebut.

Pelaku tertidur usai melakukan aksinya. Kesempatan itu digunakan korban untuk lari dan pulang ke Boyolali. Sampai di Boyolali, R melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polres Boyolali.

"Saya mengalami kejadian itu (pelecehan seksual di Bandungan), langsung saya lapor ke Polres Boyolali. Begitu saya sampai di sana, saya diterima dengan baik oleh SPKT," kata R.

Setelah dari SPKT, R diarahkan ke gedung Satreskrim untuk diperiksa. Di sana, R pun menjelaskan kronologi pelecehaan seksual yang dialaminya kepada penyidik.

"Sampai di SPKT saya diarahkan ke belakang untuk ke ruang kronologi. Waktu itu sampai sana saya menjelaskan apa yang saya alami, dan saya sudah menjelaskan semuanya, tiba-tiba bapak Kasat Reskrim-nya datang," jelas R.

Menurut R, saat itu Kasat Reskrim menanyakan kepada anggotanya, siapa yang diperiksa dan dijawab penyidik kalau istrinya S, pelaku perjudian yang ditangkap Polres Boyolali sehari sebelumnya.

"Siapa? Istrinya S pak. Lah ngopo rene? Ngerti bojone koyo ngunuh kok ora dikandani malah gur meneng wae (mengapa ke sini? Tahu suaminya seperti itu (judi) kok diam saja," cerita R menirukan percakapan polisi.

"Terus saya diam. Terus ada bapak (anggota polisi) yang menjelaskan. Ini Pak, dapat musibah, ini laporan. Laporannya tentang ini (pelecehan seksual)," imbuh dia.

Kemudian Kasat Reskrim berkata kepada R. "Lha piye? Penak? (Gimana? Enak?)" kata R menirukan perkataan Kasat Reskrim saat itu.

"Habis itu terus saya down. Saya dapat kejadian seperti itu, terus ditambah kata-kata yang tidak mengenakkan dari bapak Kasat Reskrim. Saya disuruh keluar, saya keluar, ya begitulah kejadiannya," katanya lagi.

Mendapat perkataan seperti itu, R mengaku langsung drop secara psikis dan merasa sakit hati. Dia kemudian pulang ke rumahnya.

"Ya saya langsung down, saya dapat musibah terus saya diomongi seperti itu, saya merasa tambah sakit gitu loh. Malu, sudah jatuh tertimpa tangga terus dikatain seperti itu. Sampai situ saya langsung ya, sudah Pak, kasusnya tidak usah diterusin, kita pulang saja. Daripada bikin sakit hati lagi, saya tak fokus sama kasusnya suami saya," ungkapnya.

R pun pulang dan konsultasi dengan keluarga dan rekan-rekannya. Lalu, dia menghubungi penasihat hukum. Keesokan harinya R didampingi kuasa hukumnya melaporkan kejadian itu ke Propam Polres Boyolali. Selain itu R juga melaporkan kasus pelecehan seksual yang dialaminya ke Polda Jateng. Dalam laporannya, R juga mengaku telah melengkapi hasil visum.

Penasihat hukum R, Hery Hartono, mengatakan laporan disampaikan ke Propam Polres Boyolali. Juga ditembuskan ke sejumlah institusi hingga ke Mabes Polri.

"Sudah kami laporkan ke Propam Polres Boyolali. Laporan juga kami tembuskan ke Kapolri, Divpropam Mabes Polri, Itwasum Mabes Polri, Kapolda Jateng, Ditpropam Polda Jateng, Irswasda Polda Jateng, Wakapolda Jateng, Ketua IPW," kata Hery Hartono, Senin (17/1/2022).

Sehingga dalam kasus ini ada dua pelaporan dari R. Pertama kasus tindak asusila yang dilakukan oleh pria tak dikenal yang mengaku anggota polda. Kedua, kasus pelecehan secara verbal oleh Kasat Reskrim Polres Boyolali tersebut.

Kini polisi masih memburu pria yang mengaku anggota polda dan melakukan pelecehan seksual terhadap R.



Simak Video "Curhat Brisia Jodie Ngaku Dapat Pelecehan Seksual dari Kru TV"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/aku)