Terpopuler Sepekan

Heboh Parkir Bus Rp 350 Ribu di Malioboro Bikin Menpar Sandi Geram

Heri Susanto - detikJateng
Minggu, 23 Jan 2022 10:08 WIB
Viral tarif parkir bus Rp 350 ribu di kawasan Malioboro, Yogyakarta.
Unggahan tarif parkir nuthuk di kawasan Malioboro yang viral. (Foto: Tangkapan layar akun media sosial)
Jogja -

Postingan dengan narasi tarif parkir bus Rp 350 ribu di belakang Hotel Premium Zuri, kawasan Malioboro, Jogja viral di media sosial. Belakangan terungkap, ternyata harga parkir Rp 350 ribu itu merupakan permintaan mark up kru bus.

Menteri Sandi angkat bicara

Heboh parkir nuthuk ini sampai juga ke telinga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. Sandi meminta parkir nuthuk ini ditindak tegas.

"Tindak tegas dan jangan sampai terulang kembali kejadian seperti ini!" tulis akun Instagramnya @sandiuno seperti dikutip detikJateng, Kamis (20/1/2022).

Sandiaga menyebut pihaknya tengah berjuang untuk membangkitkan ekonomi di sektor pariwisata usai dihantam pandemi COVID-19. Pihaknya pun menyesalkan adanya ulah oknum yang justru mencoreng pariwisata di Jogja.

"Kami di @kemenparekraf.ri sedang berjuang keras, all out untuk bangkitkan ekonomi dan lapangan kerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, jangan sampai dirusak oleh oknum yang secara sengaja hanya ingin mendapat keuntungan pribadi, dan justru mencoreng pariwisata di Yogyakarta," ucap Sandiaga.

Harga parkir di-mark up

Polisi dan Pemkot Jogja pun bergerak cepat. Polisi langsung menindak tindak pidana ringan (tipiring) setelah melakukan pengecekan ada mark up dari kru bus dan ilegal keberadaannya.

"Hanya bisa kami kenai tipiring (pelanggaran Perda No. 2 Tahun 2020)," kata Kapolresta Jogja Kombes Purwadi Wahyu Anggoro, saat dihubungi wartawan, Jumat (21/1).

Purwadi menjelaskan hasil pemeriksaan diketahui tarif parkir Rp 350 ribu itu atas permintaan kru bus untuk mark up. Sehingga pihaknya tidak bisa menyangkakan pungutan liar atau pungli.

"Tidak bisa pungli, saat ini proses sidang tipiring," jelasnya.

Sementara untuk kru bus, polisi belum melakukan tindakan. Menurut Purwadi, pihaknya akan memproses jika manajemen bus merasa dirugikan atas ulah krunya.

"Tergantung manajemen bus kalau merasa dirugikan, belum (diproses krunya)," ujarnya.

"Karena bukan pungli tapi kasusnya kan parkir liar," sambungnya.

Koordinator parkir diperiksa

Polresta Jogja telah menyelidiki viral informasi ini dengan mendatangi pengelola parkir dan menemukan fakta ada parkir bus di Jalan Margo Utomo. Koordinator parkir bernama Ahmad Fauzi juga telah dimintai keterangan.

Berdasarkan pengakuan Fauzi, tarif parkir di lokasi itu bukanlah Rp 350 ribu seperti yang beredar di media sosial.

Biasanya Fauzi menarik tarif parkir bus Rp 150 ribu. Tarif sudah termasuk dengan fasilitas toilet gratis bagi para awak dan penumpang bus.

Kasubag Humas Polresta Jogja AKP Timbul Sasana Raharja mengatakan kuitansi bertulis tarif parkir Rp 350 ribu yang viral ternyata permintaan dari awak bus tersebut. Awak bus diduga berusaha melakukan mark up dengan meminta pengelola parkir menuliskan tarif yang lebih besar di kuitansinya.

"Mark up tarif parkir tersebut adalah permintaan dari kru bus wisata, dan menurut informasi dari petugas parkir itu sering dilakukan dengan tujuan mengambil keuntungan lebih dari tarif parkir," jelasnya melalui keterangan tertulis, Rabu (19/1).

Diviralkan wisatawan lokal

Dalam postingan di grup Facebook yang viral itu, pengunggah mengaku sebagai wisatawan lokal.

"Kami hanya wisata lokal. Tidak bermaksud jelek. Cuma kami mau tanya apakah wajar parkir di wilayah sekitar malioboro tepatnya di belakang hotel premium Zuri. Kalau nggak salah. Sebesar itu.Yaitu 350.000 rb. Sekitar 2 jam stgh kami datang jam 9 malam dan pulang jam 10.30 malam. Karena itu destinasi kami terakhir ke wisata Yogja,cumanmau beli oleh oleh daster. Maksud saya supaya citra wisata di malioboro nggak tercoreng oleh segelintir orang saja. Di kuitansi ada biaya lain lain. Cuci bis dan kebersihan. Dan kami tau tidak ada kegiatan cuci Bis di situ. Kami numpang sholat dan toilet. Itupun ada kotak di depannya. Kami pun bayar seperti toilet umum di indonesia. Sebesar 2000. Semoga dg postingan dibatas biar nggak mencoreng citra baik wisata di Yogja," tulis postingan yang viral di grup Facebook itu, dikutip detikJateng, Rabu (19/1).

Dalam postingan tersebut juga disertakan foto selembar kuitansi.

Lokasi parkir ternyata ilegal

Saat dimintai konfirmasi, Kepala Dishub Kota Jogja Agus Arif Nugroho menyebut lokasi parkir bus itu ilegal.

"Parkir bus resmi hanya ada tiga, yaitu Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali, Senopati, dan Ngabean. Selain itu berarti tidak resmi atau ilegal," kata Agus saat dihubungi wartawan.

Arif menjelaskan untuk bus masuk kawasan Kota Yogyakarta sebenarnya ada mekanisme satu pintu lewat Terminal Giwangan untuk proses screening. Selain itu, bus juga akan diarahkan ke lokasi parkir yang masih kosong untuk parkir bus.

"Kalau masuk dari Terminal Giwangan pasti kami arahkan mana saja TKP kosong. Silakan ke sana, jaminan mendapatkan tempat parkir," jelasnya.

Agus menjamin tarif yang berlaku di lokasi parkir resmi sesuai aturan. Jika ada yang berani menaikkan tarif di luar ketentuan, maka izinnya akan dicabut.

"Pasti yang kami berlakukan tarif resmi Rp 20 ribu per jam pertama. Kalau ada yang narik seperti (viral keluhan parkir di Malioboro) pasti akan saya cabut izinnya," katanya.



Simak Video "Polisi Sebut Parkir Rp 350 Ribu di Yogya Permintaan Kernet Bus"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/rih)