Pemprov Jateng Data Tanah Kas Desa Terdampak Tol Jogja-Bawen

Angling Adhitya Purbaya - detikJateng
Jumat, 21 Jan 2022 18:51 WIB
Ada 27 titik exit tol di Jawa Tengah yang ditutup mulai hari ini. Jalan tol di Boyolali  pun tampak lengang di hari pertama penutupan exit tol di Jawa Tengah.
Ilustrasi jalan tol. Foto: Ragil Ajiyanto/detikJateng
Semarang -

Pemerintah saat ini tengah mempersiapkan proyek tol Jogja-Bawen. Sejumlah bidang tanah milik kas desa dipastikan akan terdampak proyek tersebut.

Kasi Pengelolaan Keuangan dan Pembinaan Aset Desa Dispermadesdukcapil Jateng Dica Nugroho mengatakan jalan tol Bawen-Yogyakarta itu akan melintasi tiga kabupaten. Yakni Kabupaten Semarang, Temanggung, dan Magelang.

"Untuk Kabupaten Semarang belum melakukan konsultasi publik. Berdasarkan DPPT dan hasil pendataan awal, di Temanggung akan ada dua desa yang tanah kas desanya kena. Sedangkan Kabupaten Magelang ada kurang lebih 37 desa (yang terkena). Itu data sementara tanah desa yang akan kena pembangunan jalan tol, yang kepastian luasannya baru diperoleh setelah dilakukan tahap pelaksanaan pengadaan tanah," kata Dica dikutip dari keterangan pers di jatengprov.go.id, Jumat (21/1/2022).

Ia menjelaskan sebelum pelaksanaan tukar-menukar, saat ini sedang dilakukan proses perizinan gubernur untuk penggunaan tanah kas desa. Jika sudah tahapan pelaksanaan pengadaan tanah yang meliputi pengukuran luas, akan dilakukan penilaian dan inventarisasi aset yang ada di atasnya, baik bangunan, seperti balai desa yang terkena, maupun tanaman berupa sawah atau kebun yang berstatus tanah kas desa atau bengkok desa.

"Sesuai amanat PP Nomor 19 Tahun 2021," ujarnya.

Setelah keluar penilaian, kemudian dilakukan proses pencarian tanah pengganti berdasarkan nilai appraisal. Jika sudah mendapatkan tanah pengganti, lalu dimohonkan persetujuan tukar-menukar tanah kas desa kepada Gubernur Jawa Tengah.

"Berdasarkan pengalaman tukar-menukar tanah kas desa pada Proyek Strategis Nasional yang telah dilaksanakan, rata-rata pemerintah desa mendapatkan tanah pengganti yang lebih luas. Sehingga apabila dikelola dengan baik, berpotensi meningkatkan pendapatan asli desa," tutupnya.

Sementara itu perwakilan Tim Persiapan Pengadaan Tanah Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen dari Pemerintah Provinsi Jateng, Endro Hudiyono mengatakan jalan tol tersebut tidak akan mengenai Candi Borobudur.

"Tol Yogyakarta-Bawen terutama di Kabupaten Magelang, tidak mengenai Candi Borobudur, tapi justru mendekatkan akses ke kawasan Candi Borobudur. Sehingga harapannya, dengan adanya pembangunan jalan tol Yogyakarta-Bawen yang di Kabupaten Magelang itu bisa mendongkrak pariwisata di kawasan Borobudur," tegasnya dalam acara Konsultasi Publik Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, di Balai Desa Banyuurip, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang.



Simak Video "Kisah Eks Kades di Magelang Hibahkan 4 Ha Lahan Buat Warga Terdampak Tol"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/ams)