Ganjar Pranowo Kali Ini Diundang Acara Puan, Tapi...

Tim detikJateng - detikJateng
Kamis, 20 Jan 2022 18:12 WIB
Puan Maharani dan Ganjar Pranowo
Puan Maharani dan Ganjar Pranowo
Solo -

Ganjar Pranowo lagi-lagi tak tampil dalam satu forum yang sama dengan Puan Maharani meski kegiatan tersebut berlangsung di Jawa Tengah, wilayah Ganjar. Ada apa?

Ketidakhadiran Ganjar saat Puan meresmikan Pasar Legi Solo siang tadi, mengingatkan lagi polemik panas saat Gubernur Jateng itu tak diundang acara Puan di Semarang tahun lalu. Acara Puan saat itu berlangsung di Panti Marhaen, Semarang, tepatnya pada Sabtu 22 Mei 2022. Seluruh kader eksekutif, legislatif dan struktur partai diundang. Kecuali Ganjar Pranowo.

Bahkan pengecualian itu tertulis jelas dalam susunan rundown yang disebar.

Tak cukup di situ, bahkan saat pengarahan penguatan soliditas partai menuju Pemilu 2024 itu, Puan melontarkan sindiran yang diduga diarahkan ke Ganjar. Sindiran itu disampaikan, saat Puan menyebut kriteria pemimpin di 2024 bukan hanya yang muncul di media sosial, tapi di lapangan. Seperti diketahui Ganjar memang aktif di media sosial.

Serangan yang ditujukan ke Ganjar saat itu tak berhenti di situ. Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu sekaligus Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto, menyebut Ganjar kemajon hingga keminter karena dinilai berambisi menjadi capres.

Bambang Pacul, sapaannya, menyebut sikap Ganjar terlalu ambisi dengan jabatan presiden padahal belum ada instruksi dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait Pilpres 2024. Hal ini ditengarai dari tingginya intensitas Ganjar di medsos dan media, termasuk soal aktivitasnya di YouTube.

Di sisi lain, Ganjar ternyata diketahui bertolak ke Jakarta sehari sebelumnya. Kala itu, Ganjar ternyata tak hanya menjajal Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang yang baru diuji coba untuk road bike, Ganjar juga sempat bertandang ke Teuku Umar untuk bertemu Megawati.

Polemik Ganjar vs Puan ini pun sempat mereda setelah Ganjar menepis berkonflik dengan Puan. Ganjar juga mengaku hormat dengan komandan tempurnya di Pilgub Jateng itu.

"Maka saya masih ingat dan belum lupa ketika elektabilitas saya masih rendah di 2013 lalu, Mbak Puan sebetulnya komandan tempurnya, itu tidak pernah lupa, saya tidak punya modal saat itu, itu tidak pernah lupa, maka partai (PDIP) saat itu yang bergerak sehingga saya menang. Maka inilah cara penghormatan saya kepada mbak Puan karena sampai dengan hari ini saya tidak pernah berkonflik dengan beliau. Baik-baik saja," jelas Ganjar Pranowo.

Namun bukannya mereda lalu padam, polemik berbuntut juga pada polemik banteng vs celeng. Berbeda dengan geger tahun lalu, Ganjar kali ini sebetulnya menerima undangan untuk menghadiri peresmian Pasar Legi Solo oleh Puan Maharani. Namun rupanya undangan datang terlalu mepet.

Ganjar disebut sudah lebih dulu menerima undangan acara terkait kebencanaan. Acara itu berlangsung di Jakarta. Sehingga Ganjar bertolak pagi hari tadi, beberapa jam sebelum acara Puan di Solo berlangsung.

"Bapak ke Jakarta pagi tadi," ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemprov Jawa Tengah, Agung Kristiyanto, kepada wartawan hari ini.

Agung menyampaikan acara yang dihadiri Ganjar berlangsung di Istana untuk rapat bersama Gubernur Banten dan Jatim.

Meski begitu dalam acara peresmian Pasar Legi Solo siang tadi nama Ganjar maupun yang mewakili juga tidak disebut-sebut dalam pidato di acara itu.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono juga mengatakan tidak tahu menahu tentang ketidakhadiran Ganjar dalam acara tersebut.

"Nek takon kui aku ra ngerti (kalau tanya itu, saya tidak tahu)," kata Basuki.

Diwawancara terpisah, Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengungkap Ganjar baru diundang tadi malam.

"Semalam saya telepon-teleponan dengan beliau (Ganjar) sekitar jam 23.30 WIB. Bahwa beliau dapat undangan tapi datangnya malam itu juga. Tapi beliau kan sudah punya tugas untuk paparan atau presentasi tentang kebencanaan di Jateng. Jadi undangannya duluan itu di Jakarta," kata Rudy yang juga hadir di acara peresmian Pasar Legi.



Simak Video "Peluang Capres PDIP: Ganjar Tertutup, Puan Harga Mati"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/ahr)