Aksi dugaan pungutan liar (pungli) kembali terjadi di kawasan pantai selatan Kabupaten Garut. Kali ini, seorang wisatawan diduga menjadi korban pungli bermodus tiket masuk di Pantai Sayang Heulang.
Kisah dugaan pungli yang menimpa wisatawan ini dibagikan oleh salah seorang warganet melalui akun TikTok pribadinya. Dilihat detikJabar, Jumat (27/3/2026) siang, korban mengaku diminta membayar tiket masuk dengan harga yang tidak sesuai ketentuan.
"Di sini tertera Rp 15 ribu untuk motor, Rp 5 ribu untuk penumpang. Malah satu motor harus bayar Rp 45 ribu," ucap wanita yang berbicara menggunakan bahasa Sunda itu.
Dalam video tersebut, korban juga mengkritik kondisi fasilitas di Pantai Sayang Heulang yang dinilai kumuh karena sampah dan kurang nyaman untuk dikunjungi.
"Emang kalian ngadain apa di Sayang Heulang, sampai begini amat disuruh bayar Rp 45 ribu per motor. Kalau-kalau di sini dibikin estetik, nggak ada sampah gitu. Ini tempat jelek seperti ini disuruh banyak Rp 45 ribu," ucapnya.
Sejak pertama diunggah di TikTok pada Rabu (25/3), video keluhan pengunjung itu telah ditonton lebih dari 2,3 juta kali dan mendapat ribuan tanggapan dari warganet.
"Heeh teh, urang kamari dua motor mayar 90," tulis @a.
"Bener aku juga pernah ke situ byr nya 50rb mana tempatnya banyak sampah haha," ucap @a.
Simak Video "Video: Momen Pelaku Pungli di Lampung Kocar-kacir Dikejar Polisi"
(mso/mso)