Polisi Usut Dugaan Pungli di Pantai Sayang Heulang Garut

Polisi Usut Dugaan Pungli di Pantai Sayang Heulang Garut

Hakim Ghani - detikJabar
Sabtu, 28 Mar 2026 14:28 WIB
Ilustrasi pungli
Ilustrasi pungli (Foto: Ilustrasi oleh Basith Subastian/detikcom)
Garut -

Wisatawan diduga menjadi korban pungutan liar (Pungli) bermodus tiket masuk Pantai Sayang Heulang, Garut. Kejadian itu kini sedang didalami oleh polisi.

Kasat Reskrim Polres Garut AKP Joko Prihatin menjelaskan, sejak menerima informasi dugaan pungli bermodus tiket masuk Pantai Sayang Heulang itu, pihaknya langsung melakukan penyelidikan.

"Kita sudah mengerahkan tim ke wilayah Garut selatan. Saat ini bergabung dengan Polsek setempat dan sedang melakukan penyelidikan," kata Joko kepada wartawan, Sabtu, (28/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Joko menuturkan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami dugaan pungli tersebut. Dari hasil pemeriksaan sementara, didapati sejumlah fakta.

ADVERTISEMENT

"Hasil pemeriksaan sementara, ada seseorang yang mengaku meminta uang Rp 40 ribu kepada pengunjung. Ini dilakukan sekitar 50 meter sebelum gerbang masuk, dengan dalih untuk tiket," ungkap Joko.

Joko memastikan kasus ini diselidiki. Apabila ditemukan bukti terjadinya pungli, maka pihak Polres Garut akan memproses pelakunya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Diberitakan sebelumnya, aksi pungli yang dialami wisatawan lagi-lagi terjadi di kawasan pantai selatan Garut. Kali ini, diduga terjadi di Pantai Sayang Heulang, yang berlokasi di Kecamatan Pameungpeuk, Garut.

Dugaan pungli ini dibagikan seorang warganet melalui TikTok pada Rabu, (25/3) lalu. Dalam unggahan tersebut, pemilik akun mengaku diminta membayar uang tiket masuk yang tidak sesuai.

"Di sini tertera Rp 15 ribu untuk motor, Rp 5 ribu untuk penumpang. Malah satu motor harus bayar Rp 45 ribu," ungkap wanita yang berbicara dengan bahasa Sunda itu.

Dalam video itu, korban juga mengkritik kondisi dan fasilitas di Pantai Sayang Heulang yang penuh sampah dan dianggap tidak menyenangkan untuk dikunjungi.

"Emang kalian ngadain apa di Sayang Heulang, sampai begini amat disuruh bayar Rp 45 ribu per motor. Kalau-kalau di sini dibikin estetik, enggak ada sampah gitu. Ini tempat jelek seperti ini disuruh bayar Rp 45 ribu," katanya.

Sejak pertama kali diunggah di TikTok, video keluhan pengunjung Pantai Sayang Heulang itu telah ditonton oleh lebih dari 2,3 juta kali dan mendapatkan ribuan tanggapan miring dari warganet.

Dedi Mulyadi Murka

Aksi pungli yang berulangkali terjadi di pantai selatan Garut ini, membuat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bereaksi. Melalui akun Instagram pribadinya, Dedi menyebut protes masyarakat itu tidak pantas, namun penyebab masyarakat marah lebih tidak pantas lagi.

"Marahnya memang tidak pantas, tetapi penyebab kemarahannya pun, perkara yang tidak pantas. Semoga Pemkab Garut, seluruh jajarannya, segera menangani masalah ini," kata Dedi.

"Kejadiannya jangan terulang terus. Karena cerita (pungli) Pantai Santolo, terus-terusan terjadi," kata Dedi menambahkan.

Dedi menyolek Pemkab Garut dan jajarannya, agar bisa menyelesaikan kasus ini. Dedi menilai tidak pantas jika Pemprov Jabar yang harus turun tangan melakukan penyelesaian.

"Tidak bagus harus ditangani oleh Gubernur. Kan ada camat, kepala desa, bupati, wakil bupati. Bahkan wakil bupatinya mantu saya sendiri. Tolong beresin, jangan bikin malu Jawa Barat," ungkap Dedi.

Penjelasan Pemkab Garut

Usai kejadian ini viral di medsos, Pemkab Garut turun tangan. Dalam sebuah video pernyataannya, Kepala Disbudpar Garut Beni Yoga berharap agar masyarakat memviralkan aksi pungli yang dialami.

"Kalau ada oknum, kalau ada petugas kita atau siapapun yang melakukan pungli di luar harga yang telah ditentukan, silakan viralkan. Saya mohon nanti perlihatkan wajah yang melakukan pungli itu siapa," kata Beni.

Mengenai tiket masuk Pantai Sayang Heulang sendiri, kata Beni, memang ada perbedaan tarif antara libur akhir pekan biasa, dengan libur khusus seperti Idul Fitri.

Harga tiket masuk menuju Pantai Sayang Heulang dibanderol dengan tarif Rp 10 ribu untuk dewasa dan Rp 5 ribu untuk anak-anak di hari biasa. Saat weekend, tiketnya menjadi Rp 15 ribu untuk dewasa dan Rp 7 ribu untuk anak-anak.

"Sedangkan untuk libur khusus, yang kemarin kita berlakukan, itu dewasa Rp 20 ribu, anak-anak Rp 10 ribu. Untuk tarif parkir Rp 5 ribu untuk sepeda motor, dan Rp 10 ribu untuk kendaraan roda empat," katanya.

Sementara Bupati Garut Syakur Amin menjelaskan, kasus dugaan pungli dengan modus tiket masuk Pantai Sayang Heulang ini sedang dalam penyelidikan pihak berwenang.

"Sudah disampaikan sama pihak Polres dan Brimob. Beliau lagi di lokasi," ucap Syakur.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads