GPS Bongkar Persembunyian Pencuri Motor di Cirebon

GPS Bongkar Persembunyian Pencuri Motor di Cirebon

Ony Syahroni - detikJabar
Minggu, 04 Okt 2026 21:00 WIB
Ilustrasi Pencurian Moto
Ilustrasi Pencurian Motor (Foto: Edi Wahyono)
Cirebon -

Sebuah sepeda motor Honda Beat yang hilang di Desa Suranenggala Lor, Kabupaten Cirebon, berhasil ditemukan polisi dalam waktu singkat. Keberadaan kendaraan tersebut terdeteksi berkat perangkat GPS yang terpasang pada motor.

Pencurian ini terjadi pada Sabtu (3/10) malam. Sekitar pukul 19.25 WIB, korban memarkirkan kendaraannya di depan rumah. Namun, hanya berselang beberapa menit, motor tersebut sudah raib dari lokasi semula. Upaya pencarian mandiri oleh korban tidak membuahkan hasil hingga akhirnya kasus ini dilaporkan ke pihak kepolisian.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, melalui Kapolsek Kapetakan AKP Rudiana, menyatakan bahwa laporan korban langsung ditindaklanjuti dengan melacak sinyal GPS. Titik koordinat menunjukkan posisi kendaraan berada di wilayah Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anggota kemudian melakukan penelusuran berdasarkan titik koordinat GPS tersebut. Setelah dilakukan pencarian, titik terakhir kendaraan terdeteksi berada di sebuah rumah di Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu," kata Rudiana, Minggu (4/10/2026).

ADVERTISEMENT

Petugas yang bergerak ke lokasi menemukan seorang pria berinisial SS. Saat digerebek, SS diduga tengah berusaha membongkar perangkat GPS untuk menghilangkan jejak. Polisi langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti satu unit Honda Beat milik korban ke Mapolsek Kapetakan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Rudiana menjelaskan bahwa kecepatan pengungkapan kasus ini sangat bergantung pada teknologi pelacak yang dipasang korban.

"Kasus tersebut bermula ketika korban memarkirkan sepeda motor Honda Beat di depan rumah sekitar pukul 19.25 WIB. Beberapa menit kemudian, korban keluar rumah dan mendapati kendaraannya sudah tidak berada di tempat semula," kata dia.

Sinyal dari perangkat tersebut menjadi petunjuk krusial bagi petugas di lapangan untuk menyisir lokasi persembunyian pelaku.

"Informasi dari perangkat GPS membantu petugas melakukan pencarian hingga kendaraan berhasil ditemukan dan seorang yang diduga terlibat berhasil diamankan," ujar Rudiana.

Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap SS, korban, serta sejumlah saksi. Rudiana juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempertimbangkan penggunaan alat pengamanan tambahan pada kendaraan pribadi.

"Pengamanan tambahan pada kendaraan, termasuk penggunaan perangkat pelacak, dapat membantu proses pencarian ketika kendaraan hilang dan memberikan informasi yang berguna bagi kepolisian," pungkasnya.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads