Waktu mengonsumsi karbohidrat ternyata dapat memengaruhi kadar gula darah. Ahli gizi menjelaskan waktu makan hingga cara mengonsumsi karbohidrat secara sehat, terutama bagi orang dengan diabetes tipe 2.
Mengontrol gula darah tidak hanya bergantung pada jenis dan jumlah karbohidrat. Waktu mengonsumsi makanan sumber karbohidrat juga dapat memengaruhi respons tubuh terhadap glukosa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Yahoo, ahli gizi Kendra Haire mengatakan waktu makan dalam batas tertentu dapat memengaruhi keseimbangan gula darah. Namun, kondisi tersebut tidak berarti seseorang harus memenuhi seluruh kebutuhan karbohidrat pada waktu tertentu.
Ahli gizi Sapna Peruvemba juga menjelaskan tidak ada waktu makan terbaik yang berlaku bagi semua orang untuk mengonsumsi karbohidrat.
"Waktu makan mungkin berperan dalam pengaturan gula darah, tetapi saya tidak akan mengatakan bahwa ada satu waktu terbaik untuk mengonsumsi karbohidrat bagi semua orang dengan diabetes atau pradiabetes," jelas Peruvemba.
Penelitian yang terbit dalam Frontiers in Physiology menunjukkan toleransi glukosa tubuh cenderung berada pada kondisi terbaik pada pagi hari. Kemampuan tersebut kemudian menurun pada sore hingga malam hari.
Temuan itu mengindikasikan tubuh mungkin lebih efektif memproses makanan tinggi karbohidrat pada pagi hari. Namun, peneliti masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan pengaruh waktu makan terhadap pengendalian gula darah.
Menurut Peruvemba, American Diabetes Association (ADA) juga menilai bukti yang tersedia belum cukup kuat untuk merekomendasikan satu jadwal makan tertentu bagi semua orang.
Karbohidrat Sebelum Olahraga
Karbohidrat juga dapat memberikan manfaat sebelum berolahraga karena tubuh menggunakannya sebagai sumber energi bagi otot. Namun, jumlah dan waktu konsumsinya perlu menyesuaikan jenis serta durasi olahraga, kadar gula darah, dan penggunaan obat.
Sementara itu, Haire menyarankan konsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat lebih ringan pada malam hari. Makan malam tinggi karbohidrat atau mengonsumsi camilan mendekati waktu tidur berpotensi membuat kadar glukosa tetap tinggi sepanjang malam.
Meski begitu, kedua ahli menilai waktu makan bukan faktor utama dalam mengatur gula darah. Jenis karbohidrat, jumlah konsumsi, serta makanan yang menyertainya juga perlu mendapat perhatian.
"Saya lebih menyarankan untuk orang-orang lebih memperhatikan jenis karbohidrat, jumlahnya, dan makanan pendampingnya daripada terlalu terpaku pada waktu," ujar Peruvemba.
Karbohidrat sebaiknya dikombinasikan dengan makanan yang mengandung serat, protein, atau lemak sehat. Kombinasi tersebut dapat memperlambat proses pencernaan sehingga membantu mengurangi kemungkinan lonjakan kadar glukosa.
Selain itu, seseorang dapat membagi konsumsi karbohidrat secara lebih merata melalui makanan utama dan camilan sepanjang hari. Cara tersebut dapat membantu mengatur asupan karbohidrat tanpa terlalu berfokus pada satu waktu makan tertentu.
Baca berita selengkapnya di detikFood.
(sob/sud)
