Matahari di atas Jalan Kalipah Apo, Bandung, terasa begitu menyengat saat siang beberapa hari ini. Aspal yang memanas membuat para pelintas jalan, baik yang berjalan kaki maupun yang memacu roda duanya, kerap melipir sejenak mencari perlindungan di bawah bayang-bayang bangunan.
Di tengah gerah yang mengepung, sebuah gerobak sederhana yang mangkal di dekat bangunan nomor 6 menjadi oase yang paling dicari.
Namanya Es Goyobod Obi Kalipah Apo. Tak perlu kemewahan untuk menikmati kesegarannya, cukup duduk di deretan kursi yang tertata rapi di sepanjang gang, Anda sudah bisa meredam dahaga yang mencekik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu porsi es ini hadir dalam mangkuk hijau yang meriah. Di dalamnya, berpadu harmonis tape singkong, jeli oranye yang kenyal, serutan kelapa, potongan alpukat mentega, serta primadona utamanya yaitu potongan goyobod hijau yang lembut. Semuanya kemudian ditutup dengan gunungan es serut dan siraman susu kental manis yang menggugah selera.
Nadia (34), salah satu pelanggan yang siang itu tampak menikmati setiap suapannya, mengaku sangat terbantu dengan keberadaan es ini di tengah cuaca Bandung yang sedang tidak bersahabat.
"Bandung panas banget, untung ada yang jualan es goyobod," kata warga Kopo yang kebetulan sedang melintas di kawasan tersebut belum lama ini.
Es Goyobod Obi Foto: Wisma Putra/detikJabar |
Bagi Nadia, Es Goyobod Obi bukan sekadar pelepas dahaga sesaat. Ia sudah menjadi pelanggan setia dan selalu menyempatkan diri mampir jika sedang berada di daerah Kalipah Apo.
"Sudah sering beli es goyobod di sini. Es goyobodnya enak, legend, soalnya udah lama," ujarnya.
Di balik kesegaran itu, ada sosok Ujang yang dengan telaten melayani setiap pembeli. Pria berusia 53 tahun ini bukanlah pemain baru dalam dunia kuliner jalanan Bandung. Dengan tangan terampil, warga Caringin ini telah meracik es goyobod di lokasi yang sama selama dua dekade terakhir.
"Sudah lama, jualan sudah 20 tahunan," kenang Ujang saat berbincang santai.
Baca juga: Infografis: 5 Makanan Terbaik di Jawa Barat |
Konsistensi rasa selama 20 tahun itulah yang membuat dagangannya tetap diburu hingga sekarang. Meski zaman terus berubah, Ujang tetap setia mangkal setiap hari untuk menyajikan kesegaran bagi warga. Dengan harga yang terjangkau, yakni Rp14 ribu per porsi, ia mampu menjual hingga ratusan mangkuk dalam sehari.
"Setiap hari, sehari sekitar 100 porsi," tambahnya.
Bagi Anda yang ingin mencicipi kesegaran legendaris ini, Es Goyobod Obi Kalipah Apo beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIB. Sebuah pilihan tepat untuk mendinginkan kepala dan tenggorokan di tengah teriknya Kota Kembang.

