5 Makanan Sehat tapi Berisiko untuk Penderita Penyakit Ginjal

Tim detikFood - detikJabar
Senin, 12 Jan 2026 05:00 WIB
Ilustrasi Pisang (Foto: AFP Photo)
Bandung -

Penderita gangguan ginjal perlu memperhatikan setiap makanan yang masuk ke tubuh. Bukan hanya makanan asin atau olahan, sejumlah bahan pangan yang dikenal sehat pun bisa memberi beban tambahan pada ginjal karena kandungan natrium, kalium, dan fosfornya yang cukup tinggi.

Ginjal sendiri bekerja tanpa henti menyaring darah, membuang sisa metabolisme melalui urine, menjaga keseimbangan cairan, serta mengatur kadar elektrolit. Jika fungsinya menurun, kemampuan ginjal mengatur mineral dan limbah dapat terganggu.

Itulah sebabnya pola makan menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi ginjal tetap stabil. Memilih makanan yang tepat dapat membantu memperlambat progres penyakit, sementara konsumsi yang salah justru berisiko memperparah keluhan.

Meski begitu, kebutuhan setiap pasien bisa berbeda. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi sangat disarankan sebelum menentukan batasan harian.

Berikut beberapa makanan yang selama ini dianggap menyehatkan, namun perlu dibatasi konsumsi bagi penderita gangguan ginjal yang dilansir detikFood yang dikutip dari Healthline.

1. Alpukat

Alpukat dikenal sebagai sumber lemak baik, serat, dan antioksidan. Namun buah ini juga memiliki kandungan kalium yang cukup tinggi. Rata-rata satu buah alpukat mengandung sekitar 690 mg kalium, jumlah yang bisa terlalu besar bagi seseorang yang disarankan membatasi mineral tersebut.

Penderitanya tetap boleh mengonsumsi alpukat, namun dalam porsi kecil, misalnya seperempat buah. Penyesuaian jumlah sebaiknya mengikuti rekomendasi ahli gizi yang menangani.

2. Roti Gandum

Roti gandum sering dipilih karena tinggi serat, namun bagi pasien gangguan ginjal, kandungan fosfor dan kaliumnya perlu diperhatikan. Semakin banyak biji utuh pada roti, semakin tinggi pula kedua mineral itu.

Sebagai gambaran, satu potong roti gandum utuh (36 g) mengandung sekitar 76 mg fosfor dan 90 mg kalium. Roti putih biasa memiliki kadar yang lebih rendah. Selain itu, banyak produk roti juga mengandung natrium dalam jumlah signifikan, sehingga perlu dibatasi bagi penderita penyakit ginjal.




(iqk/iqk)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork