Kemunculan ular berbisa di area permukiman kerap membuat warga setempat kalang kabut, khususnya ketika berhadapan dengan kobra jawa dan ular weling yang seringkali bersembunyi di sudut-sudut gelap kawasan Jawa.
Berukuran tubuh yang tak jauh berbeda-berkisar antara 1 hingga 1,3 meter, wajar saja banyak orang bertanya-tanya mengenai mana yang lebih perlu diwaspadai? Mengacu pada pengamatan para ahli dan sejumlah uji klinis, data sains soal kadar racun serta perilaku kedua ular ini menghadirkan perbandingan yang cukup mengejutkan.
Berikut rangkuman fakta ular weling dan kobra jawa sebagaimana dikutip detikJabar dari detikJateng (baca selengkapnya di sini), Kamis (16/4/2026).
Karakteristik Fisik dan Efek Mengerikan Bisanya
Sebelum menentukan mana yang lebih mematikan, ada baiknya kita pahami dulu penampilan dan jenis racun yang dimiliki masing-masing spesies.
- Wujud dan Corak: Berdasarkan Journal of Scientech, kobra jawa (Naja sputatrix) hadir dalam berbagai warna-hitam, kecokelatan, hingga kekuningan. Sementara ular weling (Bungarus candidus) punya ciri khas yang mudah diingat: belang hitam-putih mencolok yang membentang di sepanjang tubuhnya.
- Sama-sama Memiliki Bisa Saraf: Menurut Wildlife Preservation Canada dan AZ Animals, kedua spesies ini sama-sama memiliki racun bertipe neurotoksin-jenis bisa yang langsung membidik dan merusak sistem saraf korbannya.
- Efek Gigitan: Gigitan kobra jawa seringkali tidak menimbulkan rasa sakit di awal, namun dampaknya bisa sangat fatal karena mampu melumpuhkan saraf pernapasan korban dengan cepat. Sementara itu, gigitan weling memicu serangkaian gejala berat seperti mual, muntah, nyeri perut, dan diare, yang belakangan bisa berkembang menjadi kelumpuhan, kejang, bahkan kematian apabila tidak segera ditangani.
Simak Video "Ngeri! Bocah 3,5 Tahun di Sukabumi Tewas Digigit Ular Weling saat Tidur"
(bbp/bbp)