Mengenal Ular Kepala Merah, Kerabat Weling dan Welang yang Tak Kalah Mematikan

Mengenal Ular Kepala Merah, Kerabat Weling dan Welang yang Tak Kalah Mematikan

Nur Umar Akashi - detikJateng
Jumat, 11 Sep 2026 12:29 WIB
Ular Kepala Merah (Bungarus  flaviceps)
Ular Kepala Merah alias Bungarus flaviceps (Foto: Marius Burger/Wikimedia Commons/CC0)
Solo -

Kedigdayaan bisa ular weling dan welang sudah 'melegenda' di tengah masyarakat Indonesia, terkhusus pulau Jawa. Namun, tahukah kamu kalau kedua ular belang itu punya kerabat yang tak kalah mematikan?

Perkenalkan, ular kepala merah atau bernama ilmiah Bungarus flaviceps. Ular bertubuh hitam mengilap dengan kepala dan ekor berwarna merah ini memang berasal dari genus yang sama dengan weling dan welang, yakni bungarus.

Disadur dari iNaturalist, ada belasan ular yang masuk genus Bungarus. Meski spesiesnya berbeda, dalam bahasa Inggris, ular-ular yang tergabung genus ini disebut sebagai krait. Misalnya saja, weling dinamakan malayan krait, sedangkan welang bernama banded krait.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ingin tahu lebih lanjut seputar ular kepala merah? Yuk, baca taksonomi, ciri fisik, hingga kemampuan bisa red-headed krait dalam paparan berikut. Baca sampai tuntas, ya!

ADVERTISEMENT

Taksonomi Ular Kepala Merah

Dikutip dari Malaysia Biodiversity Information System (MyBIS), begini klasifikasi ular kepala merah:

  • Kingdom: Animalia
  • Phylum: Chordata
  • Class: Reptilia
  • Order: Squamata
  • Family: Elapidae
  • Genus: Bungarus
  • Species: Bungarus flaviceps

Ciri Fisik Ular Kepala Merah

Sesuai namanya, ciri fisik paling menonjol ular satu ini adalah warna merah di bagian kepala. Menurut keterangan dari Ecology Asia, warna kepala Bungarus flaviceps tidak melulu merah terang, tetapi juga terkadang oranye atau kuning. Warna cerah ini memanjang hingga bagian leher.

Bukan hanya kepala saja yang berwarna terang, tetapi juga ekor. Warna utama ekor kerabat weling ini adalah merah, oranye, atau kuning. Sementara itu, warna perutnya pucat.

Lebih lanjut, Thai National Parks menjelaskan bahwa ular ini punya rata-rata panjang 1,2 sampai 1,5 meter. Namun, mereka bisa tumbuh hingga 2,1 meter. Beratnya berkisar dari 150 hingga 200 gram.

Habitat dan Makanan Ular Kepala Merah

Berdasarkan data International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List, ular yang nama latinnya berarti 'kepala kuning' ini tersebar di Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Indonesia.

Di tanah air, ular kepala merah bisa dijumpai di Jawa, Kalimantan, dan Sumatera. Mereka mendiami dataran rendah, hutan, kawasan perbukitan, hingga pegunungan dengan ketinggian maksimum 1.100 meter di atas permukaan laut.

Aktif pada malam hari dan menghabiskan hidupnya di air, ular kepala merah memangsa banyak hewan. Mereka diketahui menyantap kadal, katak, mamalia kecil, ular, hingga telur ular lain.

Kekuatan Bisa Ular Kepala Merah

Salah satu indikator untuk menentukan mematikan tidaknya bisa suatu ular adalah LD50. Dilansir Canadian Centre for Occupational Health and Safety (CCOHS), LD50 adalah singkatan dari Lethal Dose 50.

Sederhananya, LD50 adalah jumlah suatu material (dalam hal ini bisa ular) yang bisa menyebabkan kematian 50% hewan uji. Semakin rendah angka LD50, semakin mematikan pula bisa ular yang dites.

Dirujuk dari penelitian berjudul Enzymatic and Immunological Properties of Bungarus Flaviceps (Red Headed Krait) Venom oleh NH Tan dkk, LD50 ular kepala merah adalah 0.32 µg/g. Itu artinya, hanya dibutuhkan 0.32 mikrogram bisa Bungarus flaviceps per gram hewan uji untuk membunuh 50% sampel.

Bisa red-headed krait bersifat neurotoksin sehingga menyebabkan kelumpuhan saraf-otot korban gigitan. Otot yang terkena efek paling pertama adalah kelopak mata atas dan okular.

Apabila digigit, korban akan kesusahan membuka mata selama 20 menit hingga beberapa jam setelahnya. Efek lainnya meliputi sakit kepala, hipersalivasi, muntah, dan disfagia.

Lebih Mematikan Ular Kepala Merah, Weling, atau Welang?

Jadi, jika hanya ditinjau dari kemampuan bisa, lebih berbahaya ular kepala merah, weling, atau welang?

Dilansir artikel jurnal berjudul Determination of Lethal Dose (LD50) of Venom of Four Different Poisonous Snakes Found in Pakistan karya Ghazala Parveen dkk, LD50 ular weling (Bungarus candidus) adalah 0.29 µg/g. Sementara itu, sumber lain menyebut angkanya 0.16 µg/g hingga 0.17 µg/g.

Bagaimana dengan ular welang yang bernama ilmiah Bungarus fasciatus? Menurut keterangan dalam artikel Comparative Venom Proteomics of Banded Krait (Bungarus fasciatus) from Five Geographical Locales: Correlation of Venom Lethality, Immunoreactivity and Antivenom Neutralization tulisan Yi Lin Hia dkk, LD50 welang berkisar dari 0.45 hingga 2.55 µg/g.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwasanya bisa ular weling adalah yang paling mematikan. Kemudian, disusul ular kepala merah dan welang.

Nah, itulah sekilas mengenai ular kepala merah, kerabat weling dan welang yang tak kalah mematikan. Semoga menambah wawasan detikers, ya!



(num/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads