Sebagai negara subtropis, Indonesia dianugerahi berbagai jenis satwa-satwa langka yang hanya berkembang biak di Indonesia. Kondisi iklim yang stabil tidak seperti di Eropa dengan suhu ekstrim, fauna di Indonesia dapat berkembang biak dengan baik.
Di Indonesia kita dapat menemukan banyak satwa liar non-peliharaan yang mengagumkan. Namun, sebagian satwa dinilai berbahaya sehingga masyarakat perlu berhati-hati.
Banyak hewan di Indonesia yang berbahaya bagi manusia. Keberadaannya bisa mengancam keseharian masyarakat. Salah satu hewan yang harus dihindari ialah ular, walaupun beberapa jenis ular dapat dipelihara dan dirawat, tetapi kebanyakan ular punya racun yang fatal jika terkena oleh manusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ular punya sistem pertahanan, yaitu racun. Kadar racun pada ular bisa beragam, mulai dari ringan hingga mematikan. Ada beberapa jenis ular yang sering kali masuk ke pemukiman warga. Tim detikJabar telah merangkum 3 jenis ular yang beracun dan tips mencegah ular masuk ke rumah serta fakta menarik terkait ular.
1. Ular Kobra
Salah satu ular yang paling banyak memakan korban di Indonesia ialah Ular Kobra. Ular ini banyak ditemui di Indonesia, tidak terkecuali di Jawa Barat. Ular Kobra di Indonesia memiliki dua jenis yang berbeda. Populasi ular yang tersebar di pulau Jawa bernama Naja Sputatrix, ini merupakan sebutan ilmiah untuk Kobra Jawa. Sementara itu, Naja Sumatrana merupakan sebutan ilmiah untuk Kobra Sumatra. Kedua jenis ular ini tersebar dan berkembang biak di wilayah Jawa dan Sumatra.
Ular kobra memiliki racun bernama neurotoksik. Racun ini dapat melumpuhkan sistem saraf pada manusia. Jika tidak ditangani dengan cepat, racun pada kobra bisa mematikan atau fatal. Acap kali hewan ini masuk ke rumah-rumah. Namun, habitat asli dari kobra yaitu area hutan dan sawah. Kobra lebih menyukai daerah lembab seperti persawahan. Pemukiman yang dekat dengan sawah perlu berhati-hati.
2. Ular Weling
Ular dengan nama ilmiah Bungarus Candidus ini juga menjadi salah satu ular yang sering kali ditemui warga di area pemukiman. Ular Weling memiliki ciri khas yang unik, pasalnya ular Weling punya corak yang mudah dikenali. Belang hitam-putih seperti gelang memudahkan warga melihat keberadaannya. Menurut jurnal yang diterbitkan National Library of Medicine, Ular Weling termasuk ke dalam famili ular Elapidae.
Ular memiliki dua jenis famili, Elapidae dan Viperidae. Berdasarkan jenis racunnya, Elapidae memiliki racun yang menyerang sistem saraf. Sementara Viperidae memiliki racun yang merusak jaringan dan sistem peredaran darah. Ular Weling lebih sering beraktivitas di malam hari. Selain itu, ular dengan belang hitam-putih ini sering dijumpai di sawah atau daerah dekat sumber air. Ular Weling yang masuk ke rumah pada umumnya merasakan aroma mangsa seperti tikus dan kelembaban ruangan.
3. Ular Welang
Punya nama yang hampir mirip, penamaan tersebut buka sekadar penyematan belaka. Ular Welang atau dengan nama ilmiah Bungarus fasciatus, punya corak belang-belang yang memenuhi tubuhnya, jika Ular Weling bercorak hitam-putih, Ular Welang memiliki belang hitam-kuning. Ular Welang memiliki racun neurotoksik yang sama dengan Weling dan Kobra. Racun Yang dapat melumpuhkan sistem saraf, dan perlu mendapat penanganan serius jika tergigit.
Ular Welang punya habitat di rawa-rawa, sungai, dan daerah lembab lainnya. Ular welang sering kali ditemui di halaman rumah yang lembab. Ular Welang termasuk jenis ular yang berbahaya, penanganan dengan anti-venom diperlukan untuk menetralisir racun yang melumpuhkan saraf korbannya.
Ketiga ular tersebut merupakan ular yang paling sering ditemui di Indonesia termasuk di Jawa Barat. Ular yang datang ke pemukiman warga bukan tanpa alasan. Adanya pemicu yang mendorong ular datang ke rumah.
Terapkan beberapa tips di bawah untuk mencegah datangnya ular di rumah kamu.
1. Hilangkan Sumber Makanannya
Ular biasanya dapat mendeteksi mangsanya dengan baik. Mangsa ular biasanya banyak ditemui di rumah seperti tikus, katak atau unggas. Ular pada umumnya masuk ke rumah karena memburu hewan pengerat. Menjaga kebersihan rumah dan membuang sisa makanan sangat penting. Dengan senantiasa merawat kebersihan rumah, otomatis sumber makanan ular seperti tikus menjauh dari rumah, akibatnya ular juga tidak masuk ke rumah.
2. Tutup Semua Celah dan Hindari Ruangan Lembab
Ular bisa masuk ke rumah melalui celah-celah yang ada di dalam rumah. Ular bisa masuk melalui celah bawah pintu, retakan dinding dan saluran air. Selain itu, ruangan yang lembap menjadi pemicu untuk ular datang ke rumah kamu. Ruangan yang lembap biasanya terdapat di kamar mandi, maka selalu usahakan untuk tetap kering.
3. Menjaga halaman Rumah Tetap Rapih
Seperti yang telah dijelaskan mengenai habitat ular masing-masing di atas, kita mengetahui bahwa ular hidup di lingkungan yang lembab seperti sawah dan rawa. Tidak heran ular terlihat di halaman rumah yang tidak terawat dan tumbuh banyak tanaman liar serta rumput panjang. Maka selalu pastikan halaman rumah kamu tetap bersih, rapih, dan indah. Rumput yang panjang dan semak menjadi tempat ideal bagi ular untuk persembunyian mereka.
Fakta Menarik Tentang Ular
Ular menjadi hewan yang merepotkan ketika kehadirannya muncul di rumah kita. Bukan karena jijik, karena racunnya yang bisa membunuh seseorang. Ular juga menjadi hewan yang menarik. Data dari World Health Organization mencatat sebanyak 4-5,4 juta orang digigit ular setiap tahunnya. Selain itu, ada beberapa kelompok yang sangat berisiko terserang ular seperti pertanian, pedesaan, penggembala, nelayan, dan anak-anak.
Ular memang dikenal tumbuh di wilayah Amerika, Sub-Sahara dan Asia Tenggara. Jumlah mereka masif di ketiga benua tersebut. Tidak heran banyak kasus yang berasal dari ketiga wilayah tersebut, tidak terkecuali di Indonesia.
Survey ReFocus melaporkan 10 negara dengan spesies ular terbanyak di dunia. Peringkat satu dan dua diisi oleh negara dari Amerika Utara yaitu Meksiko dan Brasil. Posisi ketika tercantum Indonesia sebagai salah satu spesies ular terbanyak di dunia.
Itulah 3 spesies ular yang berbahaya dan beracun. Ketiga spesies ular tersebut berkembang biak di Indonesia. Untuk mencegah datangnya ular, pastikan kau menyingkirkan sumber makanannya seperti tikus dengan cara menjaga kebersihan rumah dan sisa makanan. Indonesia sebagai salah satu spesies ular terbanyak di dunia, masyarakat perlu lebih memperhatikan bagaimana mengatasi ular jika muncul di daerah sekitar..
(yum/yum)










































