Seorang dokter bernama Andre Akbar Mubarok diduga menganiaya dan menyekap kekasihnya yang juga berprofesi sebagai dokter, GGMB. Andre kini tengah menjalani persidangan di PN Bandung untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut.
Kasus yang menimpa korban terjadi pada 7 Juli 2023 silam di kawasan Gegerkalong, Kota Bandung. Meski sudah masuk meja hijau, Andre diketahui belum ditahan atau dijebloskan ke penjara.
Korban kemudian menceritakan kronologi penganiayaan dan penyekapan yang dialaminya. Korban saat itu kebetulan sedang menempuh kuliah dan terpilih sebagai ketua angkatan di kampusnya.
Andre sendiri merupakan rekan satu angkatan dengan korban. Hanya saja, Andre sebetulnya terpaut tiga angkatan lantaran kerap drop out (DO) saat menjalani perkuliahan.
Korban Alami Penganiayaan
Singkatnya, korban datang ke indekos Andre pada malam hari. Menurut pengakuannya, emosi Andre saat itu langsung meledak dan melancarkan pukulan ke arah tubuhnya.
"Awalnya itu menggunakan botol ke arah kaki saya, sampai kaki saya itu kesakitan dan ada lebam. Selanjutnya dia melakukan tindakan-tindakan seperti pemukulan tidak terarah, mencekik saya, dan mencolok mata saya," kata korban, Selasa (28/7/2026).
Saat dicekik Andre, korban sempat kesulitan untuk bernapas. Andre bahkan menyiapkan tabung oksigen karena korban saat itu nyaris tak sadarkan diri.
Disekap di Indekos
Setelah bisa bangkit, korban sempat berusaha kabur dari indekos Andre. Sayang, lokasi kamar indekosnya berada di lantai empat sehingga membuat korban mengurungkan niatnya untuk nekat kabur dengan cara melompat.
Korban kemudian hanya bisa bersembunyi di kamar mandi. Namun, Andre kembali datang dan mendobrak tempat persembunyian korban tersebut.
"Didobrak pintu kamar mandi sama dia dan saya ditarik kembali sehingga saya dilakukan penyekapan. Handphone saya juga diambil hingga layarnya pecah. Tapi saya sempat menghubungi teman saya waktu pas saya terjadi penyekapan tersebut," ucapnya.
Korban membeberkan, ia sempat disekap dari pukul 20.00 WIB hingga keesokan harinya pukul 05.00 WIB. Dia baru bisa kabur dari tindakan itu saat teman perempuannya datang ke indekos Andre.
Simak Video "Video: Pimpinan Ponpes di Pekalongan Jadi Tersangka Kekerasan Seks Santriwati"
(ral/mso)