Viral 7 Motor Penonton Konser di Bandung Raib

Rifat Alhamidi - detikJabar
Senin, 01 Jun 2026 16:22 WIB
Ilustrasi pencurian sepeda motor. (Foto: AI Prompt/ Agung Pambudhy)
Bandung -

Media sosial digegerkan dengan aksi maling motor di sebuah area konser di Kota Bandung, Jawa Barat. Tak tanggung-tanggung, ada tujuh motor yang hilang dan pemiliknya meminta pertanggungjawaban pengelola.

Berdasarkan hasil penelusuran, hilangnya tujuh motor tersebut terjadi di sebuah acara konser musik bernama Tau Tau Festival di Tritan Point, Panyileukan, Kota Bandung. Konser musik tersebut berlangsung selama dua hari pada Sabtu-Minggu (30-31 Mei 2026).

Berdasarkan pengakuan para korban yang tersebar di media sosial, mereka sudah membayar biaya parkir senilai Rp 10 ribu. Tak hanya tujuh motor yang raib, helm beberapa pengunjung konser pun banyak yang dicuri dan kini kasus tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian.

Kasus ini pun direspons langsung oleh Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton. Ia mengatakan, kejadian tersebut kini sedang didalami oleh kepolisian.

Menurutnya, motor yang hilang berlokasi di tempat parkir dengan karcis yang sudah diberikan kepada para pengunjung konser. Ada motor yang diparkirkan di area dalam yang dikelola secara resmi, lalu ada pula di area luar seperti di pinggir Jalan Soekarno-Hatta atau pinggir Jalan A.H. Nasution yang dikelola masyarakat setempat, LSM, atau ormas.

"Masing-masing kendaraan ini untuk area parkir dalam itu posisi ada yang kunci motornya masih menggantung, dan dua motor yang hilang lainnya posisi tak terkunci stang," katanya, Senin (1/6/2026).

Menurut Anton, jika area parkir dikelola secara resmi, pengunjung bisa menuntut pertanggungjawaban jika motornya hilang. Namun kenyataannya, kondisi di lapangan tidak sesuai dengan yang dibayangkan.

"Ternyata ini enggak ada seperti itu. Mereka hanya memanfaatkan warga setempat yang menjaganya," katanya.

Sementara itu, Kapolsek Panyileukan AKP Bambang Haryono mengatakan bahwa ada tiga laporan motor hilang yang tercatat di hari pertama. Sementara di hari kedua, terdapat empat laporan yang kini sudah diproses polisi.

Menurutnya, area parkir di dalam itu dikelola oleh Tritan Point melalui Center Park. Dia juga menegaskan, para korban telah meminta kepolisian untuk melakukan mediasi dengan pengelola parkir.

"Memang kemarin saat konser pengelola masih sibuk, tapi kami sudah koordinasikan akhirnya dapat respons rencananya besok (Selasa 2 Juni 2026) dari korban mau bermediasi dengan pengelola. Kami juga meminta pengelola bentuk pertanggungjawabannya seperti apa," katanya.

"Kami amankan pada Sabtu itu 90 motor yang tak dikunci stang, termasuk kunci yang masih menggantung. Dan, pada Minggu ada sekitar 60-70 motor yang kami amankan. Tapi, alhamdulillah kembali ke para pemiliknya begitu mau pulang. Kasus kehilangan motor memang sering terjadi di Tritan Point. Namun, tahun ini cukup banyak sampai tujuh laporan," pungkasnya.

Respons Wali Kota Bandung

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pun merespons insiden itu. Ia menegaskan bahwa kejadian ini seharusnya menjadi tanggung jawab penuh pengelola parkir acara konser musik tersebut.

"Jadi kalau masalah perparkiran, bagaimanapun juga memang itu menjadi tanggung jawab para pengelola. Memang kita selalu menghimbau kepada para pengguna sepeda motor agar menggunakan kunci ganda," kata Farhan, Senin (1/6/2026).

"Saya mengerti sering sekali karena buru-buru kunci ketinggalan, lupa ngunci dan lain-lain. Jadi memang saya menghimbau kepada seluruh warga-warga para pengguna sepeda motor agar menggunakan kunci ganda," ungkapnya menambahkan.

Farhan menekankan agar pengelola parkir tidak hanya mengutip tarif dari pengunjung, namun juga wajib menjamin keamanan kendaraan agar tidak terjadi kehilangan.

"Sementara itu untuk para pengelola parkir yang selama ini sering membantu Dinas Perhubungan, agar betul-betul memperhatikan kepentingan para pemilik motor. Jangan cuma mengutip tapi tidak kemudian melakukan pengamanan," ujarnya.

"Kita kan sebagai pengguna motor juga percaya bahwa ketika kita memarkirkan motor itu tempat parkirnya aman dan dijaga, dan ada bayar kan gitu. Sedangkan Dishub tentu saja akan membantu menghubungkan dengan aparat keamanan untuk memastikan bahwa para pelaku pencuriannya bisa ditangani oleh polisi," pungkasnya.




(ral/orb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork