Kekeringan di Tasikmalaya Meluas, 71 Desa Terdampak

Kekeringan di Tasikmalaya Meluas, 71 Desa Terdampak

Deden Rahadian - detikJabar
Jumat, 17 Jul 2026 12:31 WIB
Warga antre untuk mendapat air di tengah kekeringan yang melandai Tasikmalaya
Warga antre untuk mendapat air di tengah kekeringan yang melandai Tasikmalaya (Foto: Istimewa).
Tasikmalaya -

Kemarau baru berjalan tiga bulan, namun dampaknya semakin dirasakan.

Kekeringan di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, terus meluas.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Tasikmalaya, sebanyak 71 desa di 11 kecamatan masuk kategori rawan kekeringan dengan indeks bahaya kelas tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah daerah berupaya mengantisipasi dampaknya, mulai dari krisis air bersih hingga gagal panen.

"Kami terus memetakan sebagai upaya antisipasi dampak kemarau. Daerah daerah yang rawan dan resiko tinggi terus kita deteksi," kata Kepala Pelaksana BPBD Tasikmalaya, Roni kepada detikJabar, Jumat (17/7/2026).

ADVERTISEMENT

Dari data BPBD Kabupaten Tasikmalaya, kecamatan dengan jumlah desa rawan terbanyak adalah Cikalong, Pancatengah, dan Karangnunggal, masing-masing 12 desa. Sisanya, kekeringan melanda Kecamatan Cipatujah, Cibalong, Jatiwaras, Salopa, Manonjaya, Karangjaya, Cikatomas, dan Cineam.

Sementara secara luasan, Desa Neglasari di Kecamatan Pancatengah tercatat paling luas dengan 3.505,77 hektare. Disusul Desa Cikawungading di Kecamatan Cipatujah seluas 3.358,89 hektare.

"Sebetulnya data ini hanya memperlihatkan kerawanan kekurangan air bersih. Kalau data pertanian akan banyak lagi. Jumlahnya di 26 Kecamatan dari 39 kecamatan sudah tersampak kemarau," kata Roni.

Sementara itu, total luasan lahan yang terdampak mencapai puluhan ribu hektare. Sebagian besar merupakan lahan pertanian, permukiman, dan sumber mata air warga.

BPBD Kabupaten Tasikmalaya terus melayani permohonan bantuan air bersih. Tercatat sudah 100 ribu liter air bersih disalurkan.

"Ada 100 ribu liter air bersih kami salurkan. Kita libatkan CSR, pihak swasta untuk memberikan bantuan air bersih," kata Roni.

Jumat pagi, penyaluran bantuan air bersih menyasar Kecamatan Sukaratu. Padahal secara geografis, wilayah ini dekat dengan Gunung Galunggung.

"Ini menunjukan ada yang sakah dengan perilaku kita. Maka kami terus sosialisasikan agar jangan tebang pohon sembarangan kalau tebang segera ditanami agar sumber air terjaga," kata Roni.

Pemkab Tasikmalaya tengah berupaya mengkaji pembangunan sumur bor di beberapa titik untuk membantu masyarakat.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Krisis Air Bersih di Kadujajar, 2 Km Ditempuh Demi Setetes Air Bersih"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads