Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat hari ini, Selasa, 7 Juli 2026 dari mulai polisi ringkus pelaku pengeroyokan yang kabur sejak Bulan Januari lalu di Bandung hingga jenazah di Sukabumi ditandu viral di medsos.
Berikut rangkuman Jabar Hari Ini:
Buron 6 Bulan, Pelaku Pengeroyokan Maut di Bandung Ditangkap
Pelarian MT (17), salah satu anggota geng motor yang terlibat pengeroyokan maut di Jalan Terusan Pasirkoja, akhirnya berakhir. Setelah enam bulan bersembunyi, personel Resmob Polrestabes Bandung meringkus pelaku di wilayah Cianjur Selatan pada Sabtu (4/6).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa berdarah ini terjadi pada Kamis, 29 Januari 2026 sekitar pukul 02.00 WIB. Korban berinisial MN tewas setelah dikeroyok sekelompok pemuda yang dipicu oleh ajakan tawuran. MN sempat menjalani perawatan di rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka serius akibat hantaman benda tumpul dan sabetan senjata tajam.
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, mengonfirmasi bahwa MT merupakan bagian dari kelompok motor yang kerap terlibat aksi kekerasan di Bandung. Sebelum pengeroyokan terjadi, korban diketahui sempat terlibat perselisihan dengan kelompok pelaku.
"Kami dari Satreskrim Polrestabes Bandung berhasil menangkap salah satu pelaku yang terindikasi memang banyak terlibat beberapa kejadian-kejadian di Kota Bandung yang masih di bawah umur. Laki-laki, umurnya masih 17 tahun, alamatnya di Kabupaten Bandung," ujar Anton di Mapolrestabes Bandung hari ini.
Berdasarkan hasil penyelidikan, MT melarikan diri ke pelosok Kabupaten Cianjur sesaat setelah aksi pengeroyokan tersebut. "Ditangkapnya di wilayah Naringgul, Kabupaten Cianjur, bersembunyi di rumah keluarganya," tambah Anton.
Anton menjelaskan bahwa MT bukan pemain baru dalam aksi kriminalitas jalanan. Rekam jejaknya menunjukkan keterlibatan di berbagai lokasi kejadian di Kota Bandung.
"Pelaku memang ada kaitan dengan kelompok geng motor juga, karena beberapa kali juga ini pelaku pernah terlibat di beberapa TKP lainnya yang ada di wilayah Kota Bandung," tuturnya.
Dalam penangkapan ini, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa pakaian yang dikenakan pelaku saat kejadian, ponsel, serta benda lain yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut. Saat ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang terlibat dalam pengeroyokan MN.
"Untuk pelaku sudah dilakukan penahanan untuk proses penyidikan lebih lanjut," pungkas Anton.
Kondisi Nadira Mahasiswi Tel-U Saat Ditemukan
Setelah enam hari menghilang, Nadira Az Zahra (21), mahasiswi Telkom University, akhirnya ditemukan. Perempuan asal Kecamatan Rancasari, Kota Bandung tersebut kini telah berkumpul kembali bersama keluarganya.
Paman Nadira, Budhi Purwana, mengungkapkan bahwa keponakannya ditemukan seorang diri dalam kondisi kelelahan dan mengalami disorientasi.
Menurut Budhi, ada warga yang menghubungi pihak keluarga setelah sempat memberikan pertolongan pertama kepada Nadira.
"Menurut keterangan dari yang menemukan, Nadira ditemukan dalam kondisi sendiri," ujar Budhi kepada awak media di Bandung hari ini.
"Mungkin kondisinya lelah, capek, dan kemudian disorientasi. Orang baik ini merawat sementara, mengamankan, dan kemudian segera menghubungi kami," ujarnya.
Budhi pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berjibaku membantu proses pencarian Nadira.
"Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak kepolisian, aparat berwenang, media, serta seluruh masyarakat yang telah membantu dalam proses pencarian anak kami. Dukungan, doa, dan kepedulian yang diberikan sangat berarti bagi kami hingga akhirnya Nadira dapat kembali ditemukan," tuturnya.
Terpisah, Head of Secretary and Public Relations Telkom University, Roosdiana Noor Rochmah, membenarkan bahwa Nadira sudah kembali ke pangkuan keluarga. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk menghentikan penyebaran informasi terkait kehilangan Nadira guna menjaga kenyamanan penyintas.
"Tetap menghormati privasi yang bersangkutan beserta keluarga," ujar Rochmah.
Diberitakan sebelumnya, Nadira yang merupakan warga Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, dilaporkan hilang sejak Selasa, 30 Juni 2026.
Mahasiswi berusia 21 tahun itu terakhir kali terlihat meninggalkan rumah untuk berangkat menuju kampusnya di Telkom University, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Nadira merupakan mahasiswi Fakultas Ilmu Terapan (FIT) Program Studi Sistem Informasi Kota Cerdas (SIKC) Angkatan 2025, yang saat ini tengah menempuh semester 2.
Pada 30 Juni lalu, Nadira berangkat dari kediamannya sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, sejak Rabu, 1 Juli 2026, komunikasi antara keluarga dan Nadira terputus total. Ponsel milik Nadira diketahui sudah tidak aktif sejak 30 Juni sekitar pukul 12.30 WIB.
Saat meninggalkan rumah, Nadira diketahui mengenakan kemeja putih lengan panjang, celana jeans hitam, kerudung krem, serta membawa tas ransel berwarna senada yang berisi laptop, tablet, dan ponsel.
Polisi Misterius Tolong Balita Korban Luka Bakar
Kisah haru dan penuh keajaiban menyelimuti keluarga korban kebakaran maut di Kampung Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Di tengah duka mendalam akibat kehilangan rumah dan nyawa sang ibu yang ternyata bernama asli Elin (33) (sebelumnya ditulis Eni) sebuah pertolongan tak terduga datang dari sosok anggota kepolisian misterius.
Adik ipar almarhumah Elin, Deris (26), menceritakan rentetan kebaikan sosok tanpa nama tersebut yang bagai malaikat tak bersayap bagi keluarganya. Deris mengungkapkan, awalnya pihak keluarga merasa kebingungan dan telantar saat menunggu penanganan balita Muhammad Arya (3 tahun 6 bulan) di rumah sakit.
"Memang kita lama nunggu di rumah sakit, di IGD belum ada jawaban selama jam 10 siang sampai jam 10 malam. Tidak ada tindak untuk keterangannya, bahwa korban ini mau ke mana gitu kelanjutannya," ungkap Deris kepada detikJabar hari ini.
Di tengah keputusasaan tersebut, Deris tiba-tiba dihubungi oleh seseorang yang mendapatkan nomornya dari juru parkir rumah sakit. Sosok misterius itu langsung mengambil alih penanganan dan menyarankan agar pengobatan Arya dialihkan ke RSUD R. Syamsudin SH (Bunut) di Kota Sukabumi agar aksesnya lebih terjangkau oleh keluarga.
Kejutan tak berhenti sampai di situ. Setibanya di RS Bunut, Deris dan keluarga dibuat terkejut luar biasa karena balita Arya langsung mendapatkan fasilitas perawatan di ruang VIP.
"Kaget, siapa beliau saya kurang tahu hanya yang menghubungi saya, beliau ini anggota kepolisian, kaget banget tahu-tahu diarahkan ke ruang perawatan VIP" tutur Deris terharu.
Selain memfasilitasi ruangan VIP, sosok misterius tersebut juga menanggung seluruh kebutuhan logistik harian keluarga selama berada di rumah sakit. Berbagai kebutuhan Arya dan keluarga yang mendampingi mulai dari pampers, susu kesukaan Arya, sosis, makanan ringan, hingga kebutuhan makan keluarga sehari-hari dipenuhi dengan sangat layak dan steril.
"Ada yang benar-benar steril lah gitu kalau buat beli makan, pampers, makanan Dede, susu kesukaannya, sosis, kue-kue kering," papar Deris.
Kebaikan anggota kepolisian yang tak menyebutkan namanya itu rupanya berlanjut pada komitmen jangka panjang. Sosok misterius tersebut berjanji akan membangun kembali rumah keluarga yang sebelumnya ludes menjadi abu.
Bahkan, sang polisi juga siap menggelontorkan modal usaha kepada ayah Arya, Lalal agar tak perlu lagi merantau jauh ke Sulawesi. Harapannya, Lalal bisa fokus membesarkan Arya di kampung halamannya.
"Mau dibangun rumah, sama mau dimodalin usaha si bapaknya di kampung di sana di Cibodas, biar bisa ngelanjutin sekolah juga (anaknya)," jelas Deris mengonfirmasi rencana bantuan tersebut.
Untuk merealisasikan pembangunan ini, Deris menyebut proses pembersihan puing dan pondasi sisa kebakaran mulai dikerjakan hari ini. Hingga kini, sosok polisi penolong tersebut tetap enggan memublikasikan nama maupun asal kesatuannya.
Ia menempatkan diri murni sebagai hamba Allah yang tulus membantu. Bantuan tanpa pamrih ini sukses membuat keluarga korban menangis haru.
"Udah nggak bisa dikata-katain pokoknya mah Pak, makasih banyak. Saking itunya ibu juga sampai nangis terharu. Insyaallah semua dari kejadian ini pasti ada hikmahnya," pungkas Deris penuh rasa syukur.
Jenazah Ditandu Lewati Jalan Rusak di Sukabumi
Sebuah video yang memperlihatkan rombongan warga menandu jenazah di tengah gelapnya malam beredar viral di media sosial. Peristiwa memilukan ini diketahui terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, lantaran ambulans tak bisa menjemput akibat jalan desa yang rusak parah.
Almarhum bernama Dede Trisno (27) , warga Kampung Cilampahan, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud. Ia menghembuskan napas terakhirnya di atas jok sepeda motor saat warga berusaha membawanya berobat ke puskesmas pada Senin (6/7/2026) malam tadi.
Tetangga korban sekaligus perekam video, Tumang Wijaya Kusuma, menuturkan bahwa Dede memang sudah lama mengidap penyakit paru-paru. Fisik pemuda lajang itu pun diakuinya sudah sangat memprihatinkan.
Malam itu, kondisi Dede yang memburuk mengharuskannya dilarikan ke fasilitas kesehatan. Namun, kendaraan roda empat maupun ambulans tak bisa menjangkau rumah korban. Ambulans hanya bisa menunggu di titik jalan yang beraspal.
"Iya, (ambulans) cuma sampai jalan mulus," ujar Tumang saat dikonfirmasi hari ini.
"Beliau ini sakit paru, badannya sudah kering dan sering sakit-sakitan," imbuhnya.
Hal tersebut memaksa warga membawa Dede dengan cara dibonceng menggunakan sepeda motor untuk melintasi jalan rusak. Nahas, di tengah perjalanan, fisik Dede tak mampu bertahan.
"Pas di tengah jalan nggak kuat lah. Pas dilihat ternyata sudah meninggal di motor," tuturnya.
Lantaran nyawanya sudah tak tertolong, warga akhirnya menandu jenazah Dede menggunakan alat seadanya yang terbuat dari kain sarung dan bambu untuk dibawa pulang ke rumah duka. Mereka berjalan kaki menembus kegelapan malam dengan hanya mengandalkan lampu senter.
Kondisi infrastruktur yang seolah tak tersentuh pembangunan ini memantik amarah warga. Dalam videonya, Tumang terdengar emosional dan meluapkan kekecewaannya. Ia secara terang-terangan menyentil slogan 'Jabar Istimewa' milik Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
"Pak Dedi, ieu anu disebut Jabar Istimewa teh? Masyarakat arek ka rumah sakit nepi ka teu nepi, balik deui kusabab jalan goreng patut, nepikeun ka pupus di tengah jalan (Pak Dedi, inikah yang disebut Jabar Istimewa? Masyarakat mau ke rumah sakit sampai tidak sampai, terpaksa balik lagi karena jalan rusak parah, sampai meninggal di tengah jalan)," keluh Tumang.
Lebih lanjut, Tumang membeberkan bahwa kerusakan jalan sepanjang kurang lebih 6 kilometer menuju kampungnya itu sudah terjadi selama puluhan tahun. Akses tersebut dulunya bukanlah jalan umum.
"Awalnya itu jalan perkebunan. Alhamdulillah mulai dari tahun kemarin udah bisa dibangun oleh desa atau kabupaten. Kalau status jalan kayaknya masih jalan desa," jelasnya.
Tumang mengakui sudah ada upaya perbaikan pada sebagian ruas jalan. Namun, menurutnya, kondisi akses menuju kampungnya masih belum sepenuhnya memadai sehingga warga berharap pembangunan dapat terus dilanjutkan.
"Itu udah puluhan tahun Pak (kondisi jalannya). Soalnya dari pas saya ingat sampai sekarang, pengaspalan yang menuju ke kampung kami baru yang itu Pak, baru yang 500 meter itu," pungkas Tumang.
Teror Preman di KBB Palak Toko Mebel Sambil Mabuk
Media sosial dihebohkan dengan rekaman video yang menunjukkan aksi dugaan pemalakan dan intimidasi sekelompok orang terhadap tempat mebel di Desa Cimareme, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Dalam rekaman CCTV yang beredar di media sosial, ada beberapa preman yang mendatangi tempat mebel. Saat pemiliknya keluar, dua orang preman kemudian mendekat dan terlihat mengintimidasi dengan mengeluarkan umpatan dan dorongan badan.
Panit Reskrim Polsek Padalarang, Ipda Endang Eris Kadarisman mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari pemilik mebel yang jadi korban pemalakan dan intimidasi preman kampung tersebut.
"Sudah, sudah terima laporannya. Anggota sudah mengecek ke lokasi kejadian, sekarang dalam penyelidikan," kata Endang saat dikonfirmasi hari ini.
Berdasarkan keterangan dari korban dan saksi mata, terduga pelaku sudah sering melakukan aksi meresahkan tersebut. Mereka memalak dalam kondisi sedang terpengaruh minuman keras hingga meresahkan masyarakat.
"Informasinya demikian (sudah sering), enggak besar paling juga Rp5 ribu sampai Rp30 ribu. Cuma memang sambil mengintimidasi dan sudah sejak dulu," kata Endang.
Identitas terduga pelaku sudah dikantongi, saat ini polisi sedang memburu pelaku. Mereka disinyalir berusaha melarikan diri usai aksinya viral dan sudah dilaporkan korban ke kepolisian.
"Sudah, hasil profiling ada beberapa nama yang sudah kita kantongi. Sekarang anggota sedang melakukan pengejaran, terduga pelakunya ada tiga orang," kata Endang.
(wip/sud)
