Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon terus mencari berbagai cara untuk menekan angka pengangguran sekaligus membuka akses lapangan kerja bagi masyarakat. Salah satunya melalui program pengiriman tenaga kerja ke Jepang.
Tak sekadar memberangkatkan calon pekerja migran, Pemkab Cirebon memberikan subsidi pelatihan sebesar Rp15 juta per orang yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cirebon.
Program tersebut menyasar generasi muda Kabupaten Cirebon agar memiliki keterampilan dan kesiapan untuk bersaing di pasar kerja internasional.
Bupati Cirebon, Imron, mengatakan program tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan di Kabupaten Cirebon.
Menurutnya, Kabupaten Cirebon memiliki jumlah penduduk yang besar dengan dominasi penduduk usia produktif, khususnya pada rentang usia 20 hingga 40 tahun.
Berdasarkan data 2025, jumlah penduduk Kabupaten Cirebon mencapai 2.413.814 jiwa, dengan jumlah angkatan kerja sebanyak 1.289.532 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.206.611 orang atau 93,56 persen telah bekerja.
"Angka tersebut menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Cirebon sebesar 6,42 persen, turun 0,32 poin dibandingkan tahun 2024," ujarnya usai kegiatan pelepasan di Pendopo Bupati Cirebon, Jumat (2/10/2026).
Ia menilai penurunan tersebut menunjukkan adanya tren positif dari berbagai program pemerintah dalam memperluas kesempatan kerja. Namun, di sisi lain, pertumbuhan penduduk dan besarnya jumlah masyarakat usia produktif membuat kebutuhan terhadap lapangan kerja dan peningkatan keterampilan tetap menjadi tantangan.
Karena itu, Pemkab Cirebon mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja agar masyarakat tidak hanya bergantung pada ketersediaan lapangan pekerjaan di dalam daerah.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui program pelatihan bahasa dan budaya Jepang bagi calon pekerja yang akan bekerja maupun mengikuti program magang di Negeri Sakura.
Imron mengatakan, pelatihan tersebut tidak hanya memberikan kemampuan berbahasa Jepang, tetapi juga membekali peserta dengan pemahaman mengenai budaya, kedisiplinan, dan etos kerja.
"Kami menyadari tantangan global menuntut kesiapan generasi muda untuk bersaing di pasar kerja internasional. Karena itu, program ini diharapkan menjadi pintu gerbang bagi masyarakat Kabupaten Cirebon untuk memperoleh kesempatan kerja yang layak di Jepang," katanya.
Kesempatan tersebut terbuka melalui sejumlah skema, termasuk program magang maupun Tokutei Ginou (TG) atau pekerja berketerampilan khusus.
Lebih jauh, Imron berharap para pekerja yang nantinya kembali ke Kabupaten Cirebon tidak hanya membawa hasil secara ekonomi, tetapi juga pengalaman dan keterampilan yang diperoleh selama bekerja di Jepang.
"Kami berharap para alumni nantinya dapat kembali dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, menjadi teladan, serta menginspirasi generasi berikutnya," tuturnya.
Simak Video "Video Kata Menaker soal Kena Efisiensi Anggaran Perjalanan Dinas-Administrasi"
(mso/mso)