Kota Bandung tidak hanya menawarkan wisata kuliner, kafe, dan pusat perbelanjaan. Kota ini juga dikelilingi perbukitan, hutan pinus, perkebunan teh, serta kawasan pegunungan yang cocok untuk aktivitas luar ruang.
Bagi pemula, tersedia sejumlah jalur treking di Bandung dengan medan yang relatif bersahabat, durasi tidak terlalu panjang, dan pemandangan alam yang menarik.
Meski begitu, beberapa jalur tetap memiliki tanjakan, jalan berbatu, atau permukaan licin setelah hujan. Oleh karena itu, persiapan fisik, alas kaki yang sesuai, serta pengecekan kondisi cuaca tetap penting sebelum berangkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut tujuh jalur treking di Bandung yang dapat menjadi pilihan bagi pendaki pemula.
Gunung Putri Lembang Foto: (Whisnu Pradana/detikcom) |
1. Gunung Putri Lembang
Gunung Putri merupakan salah satu jalur treking di Bandung Barat yang cukup populer di kalangan pendaki pemula. Berada di kawasan Lembang, gunung ini memiliki ketinggian sekitar 1.580 meter di atas permukaan laut. Jalur menuju puncaknya terbilang relatif mudah bagi pendaki pemula.
Akses menuju Gunung Putri dapat ditempuh dari arah Pasar Lembang menuju kawasan Gunung Tangkuban Parahu. Setelah melewati area Masjid Agung Lembang, pengunjung dapat mengikuti petunjuk arah menuju gerbang pendakian.
Jalur treking Gunung Putri didominasi tanjakan pendek dengan pemandangan pepohonan dan perbukitan. Sesampainya di area puncak, pendaki bisa menikmati panorama Lembang dari ketinggian. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari ketika udara masih sejuk dan kabut belum terlalu tebal.
Bagi pemula, Gunung Putri cocok untuk latihan sebelum mencoba jalur yang lebih panjang. Namun, tetap gunakan sepatu dengan daya cengkeram baik karena beberapa bagian trek dapat licin.
Wisatawan berfoto saat mengunjungi lokasi wisata alam Tebing Keraton, Ciburial, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/6/2025). Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat berdasarkan Mobile Positioning Data (MPD) tercatat 22,52 juta perjalanan wisatawan nusantara yang berkunjung ke Jawa Barat sepanjang April 2025 atau meningkat 49,80 persen dibandingkan Maret 2025 dengan tujuan utama perjalanan yaitu Bogor, Depok, Bekasi, dan Bandung Raya. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi |
2. Tebing Keraton
Tebing Keraton berada di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ir H Djuanda, Bandung Utara. Jalurnya relatif singkat sehingga sering dipilih oleh pengunjung yang ingin menikmati suasana alam tanpa melakukan pendakian berjam-jam.
Daya tarik utama Tebing Keraton adalah panorama hutan dari atas tebing. Pada pagi hari, kawasan ini kerap diselimuti kabut tipis yang membuat pemandangan terlihat dramatis. Saat cuaca cerah, hamparan pepohonan dan perbukitan menjadi latar yang menarik untuk menikmati matahari terbit.
Dari area parkir, pengunjung masih perlu berjalan kaki menuju titik pandang. Medannya tidak terlalu panjang, tetapi tetap membutuhkan kehati-hatian, terutama di sekitar tepian tebing. Jangan berdiri terlalu dekat dengan batas pengaman dan hindari memaksakan diri mengambil foto di lokasi berbahaya.
Tebing Keraton lebih tepat disebut treking ringan daripada pendakian gunung. Jalur ini cocok untuk pemula, keluarga, atau wisatawan yang ingin mengenal aktivitas hiking secara bertahap.
Warung jajanan di tengan rimbunnya Tahura Djuanda lewat jalur Lembang, Kabupaten Bandung Barat Foto: Whisnu Pradana/detikJabar |
3. Tahura Ir H Djuanda
Jika ingin mencoba treking dengan pilihan rute yang lebih fleksibel, Tahura Ir H Djuanda dapat menjadi pilihan. Kawasan konservasi ini menawarkan suasana hutan yang rindang, udara sejuk, dan sejumlah objek menarik seperti Goa Belanda, Goa Jepang, serta jalur menuju Curug Omas.
Salah satu rute yang cukup populer adalah perjalanan menuju penangkaran rusa. Jaraknya sekitar 2 kilometer dari pintu keluar Goa Belanda, dengan medan yang mulai menanjak di beberapa bagian. Jalur menuju Curug Omas lebih panjang, sekitar 4 kilometer, dengan tanjakan yang lebih menantang.
Treking di Tahura memberikan pengalaman berbeda karena pendaki tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga dapat mengenal sejarah kawasan. Pepohonan besar menaungi jalur, sementara suara burung dan aliran air membuat perjalanan terasa lebih tenang.
Untuk pemula, sebaiknya pilih rute pendek terlebih dahulu. Bawalah air minum dan makanan ringan karena perjalanan pulang-pergi dapat menguras tenaga.
Forest Walk Babakan Siliwangi Bandung. Foto: Wisga Putra Julian/detikJabar |
4. Forest Walk Babakan Siliwangi
Forest Walk Babakan Siliwangi merupakan alternatif treking ringan di tengah Kota Bandung. Jalurnya berupa jembatan kayu yang membentang di kawasan hutan kota. Pemerintah Kota Bandung menyebut lintasan ini memiliki panjang sekitar 2 kilometer dan dibuat khusus bagi pejalan kaki.
Berbeda dari jalur pegunungan, Forest Walk Babakan Siliwangi memiliki medan yang lebih tertata. Pengunjung dapat berjalan santai, berolahraga, atau menikmati suasana pepohonan tanpa harus masuk ke hutan yang lebat. Jalur ini cocok bagi pemula yang baru ingin mencoba aktivitas treking dengan intensitas ringan.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi atau sore hari. Selain suhu yang lebih nyaman, suasana hutan kota terasa lebih teduh pada waktu tersebut. Gunakan pakaian yang menyerap keringat dan alas kaki yang nyaman.
5. Wana Wisata Jayagiri
Wana Wisata Jayagiri berada di kawasan Bandung Utara, tidak jauh dari Lembang. Kawasan ini terletak di kaki Gunung Tangkuban Parahu dan dikenal sebagai area hutan wisata untuk berkemah, hiking, serta aktivitas alam lainnya.
Perhutani menjelaskan bahwa Jayagiri memiliki kontur bergelombang dengan kemiringan lintasan sekitar 5 hingga 45 derajat di beberapa titik. Jalurnya dikelilingi pepohonan pinus dan puspa yang membuat suasana terasa sejuk.
Bagi pemula, rute Jayagiri dapat dijajal secara bertahap. Pengunjung bisa berjalan menyusuri kawasan hutan tanpa harus langsung mengambil jalur panjang menuju Tangkuban Parahu.
Di sekitar satu kilometer dari gerbang, terdapat persimpangan yang mengarah ke beberapa tujuan, termasuk perkebunan teh Sukawana, Cikole, Gunung Putri, dan jalur menuju Gunung Tangkuban Parahu.
Karena memiliki bagian yang cukup menanjak, Jayagiri membutuhkan stamina lebih dibandingkan Forest Walk atau Tebing Keraton. Datanglah bersama teman, terutama jika belum memahami kondisi jalur.
6. Upas Hill via Trek 11 Sukawana
Upas Hill dapat dicapai melalui Trek 11 Sukawana di Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Jalur ini berada di sekitar perkebunan teh Sukawana dan menawarkan panorama Gunung Tangkuban Parahu dari ketinggian.
Rute menuju Upas Hill melalui Trek 11 memiliki jarak treking sekitar 4 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 1,5 jam. Jalurnya dinilai cukup landai dan sesuai untuk pemula, meskipun terdapat bagian licin serta trek berbatu.
Perjalanan dimulai dengan menyusuri jalur bekas sepeda, kemudian melewati area kebun teh dan hutan. Nantinya, pendaki akan menemukan pita penanda yang membantu menunjukkan arah. Namun, pemula tetap disarankan memperhatikan papan informasi atau berjalan bersama orang yang sudah mengetahui rute.
Pagi buta merupakan waktu yang menarik untuk berangkat karena pendaki berpeluang melihat matahari terbit. Jangan lupa membawa jas hujan ringan, air minum, dan kantong untuk membawa kembali sampah.
gunung Foto: (Muhammad Idris/detikTravel) |
7. Gunung Burangrang via Jalur Lembang
Gunung Burangrang berada di kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dengan ketinggian sekitar 2.064 meter di atas permukaan laut. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat menyebut gunung ini dapat menjadi latihan bagi pendaki pemula yang ingin mencoba gunung dengan ketinggian lebih besar. Dari basecamp menuju puncak, perjalanan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga jam.
Jalur Burangrang tampak lebih menantang dibandingkan Gunung Putri atau Forest Walk. Trek berupa jalan setapak dengan tanjakan yang membutuhkan stamina dan konsistensi langkah. Karena itu, jalur ini sebaiknya dipilih oleh pemula yang setidaknya sudah pernah mencoba treking ringan.
Pemandangan di sepanjang perjalanannya berupa hutan dan perbukitan. Jika cuaca cerah, area puncak menawarkan panorama luas yang menjadi hadiah setelah melewati tanjakan. Sebelum berangkat, pastikan melakukan registrasi pada pengelola, memeriksa kondisi cuaca, dan tidak mendaki sendirian.
Tips Treking untuk Pemula
Sebelum mencoba jalur treking di Bandung, siapkan perlengkapan dasar seperti sepatu treking, pakaian nyaman, air minum, makanan ringan, jas hujan, obat pribadi, dan powerbank.
Perhatikan pula kondisi cuaca. Perhutani pernah menutup sejumlah jalur pendakian di kawasan Bandung Utara ketika curah hujan tinggi karena adanya risiko longsor, banjir bandang, petir, pohon tumbang, dan hipotermia.
Selain menjaga keselamatan diri, setiap pendaki wajib menjaga kebersihan jalur. Bawa turun kembali semua sampah, jangan merusak tanaman, dan ikuti aturan pengelola kawasan.
Dengan persiapan yang tepat, treking di Bandung dapat menjadi aktivitas akhir pekan yang menyegarkan sekaligus menyenangkan bagi pemula.
(sud/sud)





