Strategi Kemendukbangga dan TPK Indramayu Tekan Stunting

Burhannudin - detikJabar
Kamis, 17 Sep 2026 18:46 WIB
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Republik Indonesia, Wihaji, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Indramayu, Kamis (17/9/2026). (Foto: Burhannudin/detikJabar)
Indramayu -

Langkah para Tim Pendamping Keluarga (TPK) tak hanya berhenti di posyandu atau balai desa. Dengan berjalan kaki maupun mengendarai sepeda motor, mereka menyusuri gang-gang permukiman untuk memastikan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B (bumil/ibu hamil, busui/ibu menyusui, dan balita) tiba langsung ke tangan para penerima manfaat.

Tugas baru itulah yang kini diemban hampir 4.000 TPK di Kabupaten Indramayu. Tugas tersebut menjadi perhatian Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Republik Indonesia, Wihaji, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Indramayu, Kamis (17/9/2026).

Salah seorang TPK, Suprihatin (41), menyampaikan bahwa tugas yang ia emban sebenarnya relatif mudah-susah.

"Tugas ini sebenarnya gampang kalau kita bekerja dengan hati, misalnya mengantarkan makanan bergizi ke ibu hamil sambil mengingatkan untuk tetap menjaga kesehatan, terus menanyakan kondisinya, dan lain-lain. Tapi kalau tidak dengan hati, tugas ini menjadi berat atau susah dilaksanakan," ujarnya kepada detikJabar, di sela-sela kunjungan menteri.

Selain itu, perempuan yang akrab disapa Atin itu bersyukur bisa mendulang pahala dari pekerjaan ini. Baginya, tugas yang dijalankan dengan hati, outputnya adalah senang dan pahala.

"Kalau kita ikhlasin, pakai hati, insyaAllah selain senang kita juga dapat pahala, saya bersyukur dari ini," ungkap Atin.

Sementara itu, dalam kunjungannya, Wihaji memastikan pelaksanaan distribusi MBG 3B berjalan sesuai ketentuan. Program tersebut merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 115, yang memberikan peran tambahan kepada TPK sebagai ujung tombak distribusi bantuan gizi.

"Alhamdulillah, sebagian besar sudah berjalan. Rata-rata hampir 80 sampai 90 persen sudah terlaksana," ujar Wihaji kepada awak media.

Ia menjelaskan, selain bertugas mendistribusikan MBG 3B, para TPK juga tetap menjalankan fungsi utama mereka dalam upaya percepatan penurunan stunting. Menurutnya, capaian penanganan stunting di Indramayu menunjukkan perkembangan yang cukup baik.

Wihaji menyebut prevalensi stunting di Kabupaten Indramayu berada di angka 9,8 persen, lebih rendah dibandingkan angka nasional yang masih berada di kisaran 19,8 persen.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa upaya menekan stunting tidak bisa hanya mengandalkan pemenuhan gizi semata. Masih ada sejumlah faktor lain yang perlu mendapat perhatian, mulai dari sanitasi, akses air bersih, rumah layak huni hingga edukasi kepada masyarakat.

"MBG 3B ini salah satu ikhtiar untuk membantu pemenuhan asupan gizi. Tetapi penanganan stunting membutuhkan banyak aspek lain yang harus berjalan bersamaan," katanya.

Di hadapan para kader TPK, Wihaji juga menitipkan pesan agar tetap bekerja dengan semangat dan keikhlasan. Menurutnya, para pendamping keluarga selama ini telah terbiasa mengabdikan diri melalui kegiatan posyandu, PKK maupun pelayanan keluarga berencana.

Kini, pengabdian itu bertambah dengan memastikan bantuan gizi benar-benar sampai ke rumah penerima manfaat. Bukan sebaliknya, ibu hamil atau ibu menyusui yang harus datang mengambil bantuan.

"Yang penting ikhlas dan bekerja dari hati. Kita pastikan bantuan ini sampai kepada penerima manfaat sekaligus memberikan edukasi kepada keluarga," tuturnya.

Bagi Wihaji, kehadiran negara tidak cukup hanya dirumuskan melalui rapat dan diskusi. Program harus benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke tingkat keluarga.

Karena itulah, ia memilih turun langsung ke lapangan untuk melihat bagaimana para kader bekerja, mendengar kendala yang dihadapi, sekaligus memastikan program berjalan sebagaimana mestinya.

Di balik paket makanan yang dibawa dari rumah ke rumah, tersimpan harapan besar agar generasi masa depan tumbuh lebih sehat, lebih kuat, dan terbebas dari ancaman stunting.




(sud/sud)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork