Karawang Gaspol Tekan Stunting, 5.673 Pendamping Diterjunkan ke Lapangan

Karawang Gaspol Tekan Stunting, 5.673 Pendamping Diterjunkan ke Lapangan

Irvan Maulana - detikJabar
Senin, 20 Apr 2026 21:45 WIB
Sosialisasi Tim Pendamping Keluarga (TKP) di Kelurahan Karawang Wetan, Kabupaten Karawang
Sosialisasi Tim Pendamping Keluarga (TKP) di Kelurahan Karawang Wetan, Kabupaten Karawang (Foto: Istimewa).
Karawang -

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Karawang tancap gas menekan angka stunting. Sebanyak 5.673 personel Tim Pendamping Keluarga (TPK) dikerahkan untuk mengawal kesehatan masyarakat.

Kepala DPPKB Kabupaten Karawang Imam Al Husaeri Bahanan menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan kasus tersebut. Langkah strategis ini masuk dalam perencanaan pembangunan tahun 2027 melalui optimalisasi peran TPK di lapangan.

"Upaya ini sejalan dengan instruksi Bupati Karawang selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). DPPKB menjadi salah satu garda terdepan di antara jajaran OPD lainnya untuk memastikan penanganan stunting berjalan efektif dan tepat sasaran," kata Imam, saat ditemui detikJabar usai sosialisasi di Kelurahan Karawang Wetan, Kabupaten Karawang, Senin (20/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Imam menjelaskan, penyediaan tenaga pendamping keluarga yang kompeten menjadi salah satu pilar utama DPPKB dalam program ini.

Saat ini, 5.673 kader TPK telah tersebar di berbagai wilayah di Karawang. Mereka bertugas memberikan pendampingan intensif kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS), mulai dari calon pengantin, ibu hamil, ibu bersalin, hingga balita.

"Atas tugas para pendamping KRS di lapangan, Kemendukbangga memberi dukungan bagi 5673 kader TPK yang tersebar di setiap Desa berupa pulsa Rp100 ribu tiap bulan selama 10 bulan untuk mendukung operasional pendampingan di lapangan," kata dia.

Para kader ini tidak hanya memberikan penyuluhan, tetapi juga menginput data melalui aplikasi ELSIMIL (Elektronik Siap Nikah Siap Hamil). Aplikasi ini berfungsi memantau perkembangan sasaran secara real-time guna meminimalisasi munculnya kasus stunting baru. Fasilitas pulsa yang diberikan menjadi modal utama kader untuk melaporkan data KRS secara akurat.

Selain pendampingan mandiri, DPPKB menjalin kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat intervensi di tingkat bawah, mulai dari lingkungan RT hingga kelurahan dan desa.

"TPK juga melalui PLKB yang kami arahkan membantu kegiatan Dinas Kesehatan yang saat ini tengah berjalan, yakni pemberian makanan tambahan (PMT) lokal di Posyandu sebagai bagian dari kolaborasi percepatan penanganan stunting," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Langkah Konkret Wihaji Reduksi Angka Stunting"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads