Kantor Balai Besar Penangkapan Ikan bakal dipindahkan dari Semarang ke Cirebon. Kantor baru tersebut nantinya akan berada di kompleks Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan yang saat ini sedang dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Hal tersebut disampaikan oleh Dirjen Perikanan Tangkap KKP Lotharia Latif saat menghadiri prosesi peletakan batu pertama proyek pengembangan PPN Kejawanan, Cirebon, Kamis (17/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lotharia mengatakan pemindahan dilakukan karena kondisi kantor Balai Besar Penangkapan Ikan di Semarang sudah tidak memenuhi syarat.
"Dalam pembangunan di Pelabuhan Kejawanan ini, KKP juga memindahkan kantor Balai Besar Penangkapan Ikan yang sebelumnya di Semarang, nanti ada di kompleks ini," kata Lotharia di PPN Kejawanan, Cirebon Kamis (17/9/2026).
"Karena yang di Semarang kondisinya sudah tidak memenuhi syarat, kemudian terjadi rob. Sehingga Balai Besar Penangkapan Ikan nantinya akan ada di Cirebon," jelasnya.
Lotharia mengatakan, Kantor Balai Besar Penangkapan Ikan nantinya dibangun di kompleks PPN Kejawanan Cirebon. Adapun pembangunan dan pengembangan PPN Kejawanan ditargetkan akan berlangsung sekitar dua tahun.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melakukan peletakan batu pertama pembangunan PPN Kejawanan. Proyek tersebut mencakup pembangunan infrastruktur di sisi laut dan sisi darat.
Lotharia mengatakan pengembangan PPN Kejawanan telah melalui proses perencanaan, pengadaan, hingga penandatanganan kontrak sebelum masuk tahap pembangunan.
"Lama pengerjaan direncanakan selama sekitar 24 bulan, yaitu mulai tanggal 3 Agustus 2026 sampai 2 Agustus 2028," ujar dia.
Pengembangan itu ditujukan untuk memperkuat infrastruktur pelabuhan sekaligus menjadikan PPN Kejawanan sebagai pusat bisnis hasil tangkapan ikan dan ekspor produk perikanan.
"Tujuan pembangunan ini adalah menyiapkan pelabuhan perikanan sebagai pusat bisnis hasil tangkapan ikan dan ekspor produk perikanan dengan layanan one-stop service dan one-stop solution bagi nelayan dan pengusaha perikanan lokal yang produknya memiliki daya saing tingkat internasional," kata Lotharia.
(orb/orb)
