Jerit Warga Tanjakan Indramayu Saat Sumur Bor Berubah Asin

Burhanuddin - detikJabar
Rabu, 22 Jul 2026 20:40 WIB
Warga Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu kesulitan air bersih. (Foto: Burhannudin/detikJabar)
Indramayu -

Musim kemarau berkepanjangan mulai mencekik warga Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Dalam dua bulan terakhir, warga kesulitan mendapatkan air bersih akibat minimnya curah hujan dan mengeringnya aliran sungai di wilayah tersebut.

Kuwu Desa Tanjakan Wadi menyebut, pemerintah desa telah mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu sejak Selasa, 21 Juli 2026. Permohonan itu pun langsung direspons dan bantuan mulai didistribusikan kepada warga hari ini, Rabu (22/7/2026).

"Alhamdulillah, pihak desa sudah mengajukan permohonan sejak kemarin. Hari ini sudah di-ACC dan bantuan air dikirim dari BPBD," ujar Wadi kepada detikJabar di lokasi.

Menurut Wadi, selama musim kemarau warga tidak mengandalkan layanan PDAM, melainkan sumur bor. Namun, sumber air tersebut kini tak lagi layak konsumsi karena berubah menjadi asin. Hal ini dipicu letak Desa Tanjakan yang berada di kawasan pesisir serta minimnya pasokan air hujan.

"Kalau musim kemarau seperti sekarang, air sumur menjadi asin karena tidak ada hujan. Saat musim hujan, air sumur bor menjadi agak tawar sehingga masih bisa dimanfaatkan. Sekarang sama sekali tidak bisa digunakan," katanya.

Wadi memprediksi krisis air bersih ini bakal berlangsung lama. Mengingat kemarau diperkirakan masih terjadi hingga tiga bulan ke depan, pemerintah desa akan terus berupaya mengajukan bantuan, baik ke BPBD maupun PDAM, agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Indramayu Agus Yani mengatakan, pendistribusian air bersih hari ini difokuskan untuk warga Desa Tanjakan, tepatnya di Blok Bangun Cerok yang meliputi RT 15, 16, 17, 18, dan RT 19.

Untuk mendukung distribusi, BPBD mengerahkan tiga armada yang terdiri atas dua truk tangki BPBD berkapasitas masing-masing 5.000 liter dan satu armada milik PDAM. Setelah menyisir Blok Bangun Cerok, bantuan dijadwalkan menyasar warga di Blok Balagewa.

BPBD mencatat, hingga saat ini baru Desa Tanjakan yang melaporkan dampak kekeringan secara resmi. Setidaknya ada sekitar 1.500 jiwa yang tersebar di tujuh RT terdampak krisis air bersih di desa tersebut.

Agus Yani menjelaskan, pendistribusian air bersih ini direncanakan berlangsung selama tujuh hari ke depan. Namun, durasi dan volume distribusi akan tetap disesuaikan dengan kondisi dinamis di lapangan serta kebutuhan riil masyarakat.

"Kalau nanti ada desa lain yang mengalami kondisi serupa, kami menunggu laporan dari pemerintah desa. Distribusi akan terus disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan masyarakat," ujarnya.

Di tengah kemarau yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir, bantuan air bersih menjadi tumpuan harapan bagi warga Desa Tanjakan. Pemerintah daerah pun memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi kekeringan guna menjamin pasokan air bersih tetap tersedia bagi warga yang membutuhkan.




(iqk/iqk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork