Kemarau Picu Krisis Air, Lima Tangki Dikerahkan di Cianjur

Kemarau Picu Krisis Air, Lima Tangki Dikerahkan di Cianjur

Ikbal Selamet - detikJabar
Senin, 20 Jul 2026 16:30 WIB
Distribusi air bersih ke wilayah terdampak kekeringan di Cianjur
Distribusi air bersih ke wilayah terdampak kekeringan di Cianjur (Foto: Ikbal Selamet/detikJabar)
Cianjur -

Memasuki puncak musim kemarau pada Juli 2026, krisis air bersih mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur. Guna mengantisipasi dampak yang meluas, lintas instansi menyiagakan lima unit mobil tangki untuk menyuplai kebutuhan air bersih di 14 kecamatan terdampak.

Kondisi di lapangan menunjukkan warga mulai kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan harian. Subuh (45), warga Desa Cibaregbeg, menuturkan bahwa ketersediaan air bersih terus menipis sejak Juni 2026 akibat kemarau panjang yang menyebabkan sumur-sumur warga mengering.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi ini memaksa warga mengantre di sumur bor komunal, satu-satunya sumber air yang masih berfungsi berkat bantuan dermawan beberapa tahun silam.

"Daerah sini memang sering kekeringan setiap kemarau. Sumur biasa sudah tidak ada air. Jadi warga dari pagi antre di keran sumur bor untuk kebutuhan masak ataupun mandi," ungkap dia, Senin (20/7/2026).

ADVERTISEMENT

Subuh menambahkan, ketiadaan hujan selama berminggu-minggu juga berdampak pada kondisi lingkungan sekitar. "Jadi tidak hanya sumur, sungai juga kering," kata dia.

Merespons situasi tersebut, Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho menyatakan telah berkoordinasi dengan BPBD terkait pemetaan 14 kecamatan yang mengalami kekeringan ekstrem. Polres Cianjur sendiri telah menyiagakan satu unit mobil tangki untuk pendistribusian air.

"Kami sudah siapkan satu unit mobil tangki. Mulai beroperasi pekan ini untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan," kata dia.

Alexander mengimbau masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih untuk segera melapor ke pihak kepolisian. "Silakan lapor pada petugas, atau hubungi 110. Kami siapkan petugas selama 24 jam untuk melayani warga Cianjur yang mengalami bencana kekeringan," kata dia.

Langkah serupa diambil PMI Kabupaten Cianjur yang juga mengerahkan armada tangki airnya. Ketua PMI Cianjur, Ahmad Fikri, mengonfirmasi bahwa bantuan telah mulai disalurkan ke titik-titik krusial.

"Betul kami juga sudah siapkan tangki. Bahkan beberapa hari lalu sudah distribusikan air ke Kecamatan Cibinong," ujar Ahmad Fikri.

Sementara itu, PDAM Tirta Mukti Cianjur turut memperkuat armada distribusi dengan menyiapkan tiga unit tangki. Dirut PDAM Tirta Mukti, Syamsul Hadi, menjelaskan bahwa pihaknya memprioritaskan wilayah yang telah mengajukan permohonan bantuan.

"Sudah ada beberapa permohonan dari wilayah yang terdampak. Kami segera distribusikan air bersih dengan tiga tangki yang kami punya," kata dia.

Selain distribusi melalui tangki, PDAM juga memantau ketat pasokan untuk ribuan pelanggan di wilayah Haurwangi dan Batulawang seiring menyusutnya sumber air baku.

"Kami ada yang sumbernya dari mata air dan pengolahan air sungai. Untuk yang sumbernya dari sungai, mulai menyusut karena mengering selama kemarau. Makanya pelanggan kami pun akan mendapatkan distribusi air bersih selama kemarau," kata dia.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Iwan Karyadi, berharap kolaborasi antarinstansi ini dapat meringankan beban warga selama musim kemarau berlangsung.

"Dari tiga intansi tersebut total ada lima unit mobil tangki yang akan mendistribusikan air bersih ke 14 kecamatan terdampak kekeringan. Diharapkan pasokan air bersih untuk warga tetap terpenuhi selama kemarau," pungkasnya.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads