Sejumlah peristiwa terjadi di wilayah Cirebon Raya (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) pekan ini. Aksi kriminal anggota geng motor merusak warung hingga letusan senapan angin menewaskan nenek di Indramayu.
Berikut rangkuman berita Cirebon Raya pekan ini.
Aksi Perusakan-Pencurian Gerombolan Motor di Kota Cirebon
Aksi gerombolan bermotor yang melakukan perusakan hingga pencurian di sebuah warung di Kota Cirebon terekam kamera CCTV. Rekaman video kejadian itu pun beredar di media sosial.
Dalam video yang beredar, terlihat puluhan orang datang secara bergerombol menggunakan sepeda motor.
Mereka diduga melakukan pengejaran, perusakan warung, hingga pengambilan sejumlah barang dagangan.
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, mengatakan peristiwa itu terjadi beberapa waktu lalu di Jalan Pekiringan, Kota Cirebon, sekitar pukul 20.00 WIB.
"Korban saat itu sedang berjualan. Tiba-tiba didatangi sekelompok orang yang terafiliasi kelompok motor tertentu," kata Eko di Mapolres Cirebon Kota, Senin (11/5/2026).
Menurut Eko, tak hanya melakukan perusakan, para pelaku juga diduga mencuri sejumlah barang dari warung tersebut. "Selain merusak, mereka juga melakukan pencurian di warung itu," ujar Eko.
Baca juga: 4 Fakta Nenek di Indramayu Tewas oleh Cucu |
Eko menyebut gerombolan yang datang ke lokasi berjumlah sekitar 60 orang. Mereka sebelumnya diketahui melakukan konvoi keliling kota.
Saat tiba di lokasi, kelompok tersebut diduga mengira warung yang diserang merupakan tempat berkumpul kelompok motor lain yang menjadi lawan mereka.
"Jumlahnya sekitar 60 orang. Jadi pada saat sampai di lokasi, mereka mengira itu tempat nongkrong kelompok yang berlawanan sehingga dilakukan pengejaran dan perusakan," kata Eko.
Terkait kasus ini, polisi sejauh ini telah mengamankan enam orang. Dua di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka, masing-masing berinisial RS dan PS.
Selain mengamankan pelaku, polisi juga turut menyita sejumlah barang bukti terkait dengan kejadian tersebut.
"Kita mengamankan barang bukti satu buah tongkat baseball, kemudian ada sangkur, dua buah jaket salah satu kelompok bermotor dan juga rekaman CCTV di tempat kejadian," kata dia.
Eko menjelaskan, dalam kasus ini para tersangka pun terancam hukuman sembilan tahun penjara.
"Untuk pelaku ini dikenakan pasal 262 dan pasal atau pasal 479 atau pasal 476 Undang-Undang RI Nomor 1 tahun 2023, ancaman hukuman 9 tahun penjara," terang Eko.
Polisi Mediasi Bobotoh-The Jakmania Soal Pengeroyokan
Kepolisian Resor (Polres) Kuningan memfasilitasi mediasi antara kelompok suporter Persib dan Persija menyusul adanya dugaan pengeroyokan terhadap seorang pelajar berinisial FN (15), warga Caracas, Cilimus, Kuningan, pada Minggu (10/5/2026).
Langkah mediasi ini ditempuh sebagai upaya menjaga kondusivitas di wilayah Kabupaten Kuningan.
Kasi Humas Polres Kuningan AKP Mugiyono menjelaskan pertemuan tersebut diselenggarakan pada Senin (11/5/2026) mulai pukul 13.00 hingga 15.09 WIB di Ruang Rapat Gedung Tatag Trawang Polres Kuningan.
Agenda mediasi ini dihadiri langsung oleh jajaran pejabat kepolisian, perwakilan Viking Distrik Kuningan (VDK), The Jakmania Kuningan, Bobotoh Kuningan (BOBOKU), serta sejumlah komunitas suporter lainnya.
Berdasarkan hasil mediasi tersebut, disepakati beberapa poin penting. Pertama, pihak The Jakmania Kuningan menyatakan kesiapan untuk bertanggung jawab atas kerugian material maupun biaya pengobatan korban melalui koordinasi dengan pengurus The Jakmania Cirebon.
Selanjutnya, kedua kubu suporter sepakat menandatangani surat pernyataan bersama yang memuat komitmen untuk menjaga perdamaian dan situasi kondusif di wilayah Kuningan.
Ketiga, mereka menyatakan bahwa rivalitas hanya berlangsung selama 90 menit di atas lapangan, sementara di luar itu, seluruh suporter adalah saudara sebangsa dan setanah air.
Keempat, para suporter juga bersepakat untuk tidak terprovokasi pascakejadian, membentuk forum komunikasi rutin antarsuporter, serta menghindari penyebaran konten provokatif maupun ujaran kebencian di media sosial.
Mugiyono memaparkan besarnya basis massa kedua kelompok suporter tersebut sangat rentan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu. Oleh karena itu, ia mengimbau agar para suporter senantiasa bijak dan tidak mudah terhasut.
"Viking dan The Jak Mania ini komunitas besar. Sangat mudah bagi pihak luar untuk menyusupi dan mengadu domba. Karena itu jadilah suporter yang bijak dan tidak mudah terprovokasi," tutur Mugiono dalam keterangan persnya, Selasa (12/5/2026).
Simak Video "Video: WN China Diserang Gerombolan Bermotor Pengguna Narkoba di Bandung"
(sya/mso)