Malam di Desa Kadugede, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, yang semula tenang mendadak berubah mencekam pada Kamis (2/4/2026). Di sebuah warung kopi yang merangkap hunian, sang pemilik bernama Gilbert (45) tengah sibuk beraktivitas di dapur sekitar pukul 20.23 WIB. Namun, bukan aroma kopi yang menyita perhatiannya, melainkan sesosok bayangan panjang yang merayap di dinding belakang rumah.
Seekor ular lanang sapi, yang dikenal dengan sifat agresifnya, menyusup masuk ke area usaha tersebut. Menyadari keberadaan hewan yang dapat mengancam kenyamanan pelanggan, Gilbert tak mau ambil risiko. Ia segera menghubungi petugas UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kuningan untuk meminta bantuan evakuasi.
Kepala UPT Damkar Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusuma, mengonfirmasi laporan tersebut.
"Menurut keterangan pelapor sekaligus korban bapak Gilbert ular pertama kali dilihat saat sedang masak di dapur ada ular di dinding di belakang rumah. Karena takut membahayakan sebab rumah digunakan juga sebagai warung kopi akhirnya pelapor menghubungi call center UPT Pemadam Kebakaran Kuningan untuk meminta bantuan mengevakuasi ular tersebut," tutur Arga, Jumat (3/4/2026).
Tak butuh waktu lama, tiga personel Damkar Kuningan diterjunkan ke lokasi. Setibanya di sana, suasana masih tegang karena ular tersebut masih bercokol di area belakang rumah. Meski ular lanang sapi tidak memiliki bisa, namun sifatnya yang sangat reaktif membuat petugas harus ekstra waspada saat melakukan penangkapan.
Setelah berjibaku selama kurang lebih 10 menit menggunakan alat capit khusus dan sarung tangan pelindung, petugas akhirnya berhasil melumpuhkan ular sepanjang satu meter tersebut.
"Ular diperkirakan berasal dari belakang rumah yang merupakan area persawahan Ular diperkirakan panjang sekitar 1 meter. Kesulitannya dalam evakuasinya ular sangat agresif. Walaupun tidak tergolong jenis berbisa namun gigitan dari ular tersebut dapat menimbulkan rasa gatal hingga infeksi ringan," tutur Arga.
Secara biologis, ular lanang sapi (Coelognathus radiatus) memang kerap menghuni area perkebunan dan persawahan. Predator ini biasanya mengincar tikus, kadal, hingga kodok sebagai mangsa utama dengan cara melilit kuat tubuh korbannya. Ciri fisiknya mudah dikenali dengan warna kulit cokelat kekuningan, namun jika merasa terancam, ular ini akan bertindak sangat agresif.
Pasca-kejadian, Damkar Kuningan mengimbau warga untuk lebih waspada terhadap kebersihan lingkungan, terutama bagi hunian yang berbatasan langsung dengan lahan terbuka. Penggunaan wewangian di sudut ruangan serta menutup celah pada dinding sangat disarankan untuk mencegah masuknya hewan liar.
Bagi warga Kuningan yang membutuhkan bantuan evakuasi hewan liar atau penanganan darurat kebakaran, petugas Damkar Kuningan selalu siaga di nomor (0232) 871113 atau melalui layanan WhatsApp di 081322698881.
(orb/orb)