Keheningan malam di Desa Karangtawang, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, mendadak berubah menjadi ketegangan. Seekor ular weling dengan pola hitam-putih yang ikonik menyelinap masuk ke area pemukiman, memicu kepanikan penghuni rumah pada Jumat malam (10/4/2026).
Peristiwa ini bermula sekitar pukul 22.07 WIB. Johan, sang pemilik rumah, tak sengaja menangkap pergerakan ganjil di pelataran dekat pintu masuknya. Saat diamati lebih dekat, jantungnya berdegup kencang, seekor reptil berbisa mematikan sepanjang satu meter tengah melata di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sadar bahwa nyawanya terancam, Johan tak gegabah. Ia segera menghubungi kerabatnya, Suri, untuk meneruskan laporan darurat ini kepada tim ahli dari UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kuningan.
"Awal diketahui ular berjenis Weling tersebut ketika Johan yang sedang di depan rumah, lalu melihat ada seekor ular bergerak masuk ke pelataran rumahnya. Saat itu Johan menyadari bahwa ular tersebut berbahaya. Lalu Johan pun melalui Ibu Suri langsung melaporkan hal tersebut untuk meminta bantuan evakuasi," tutur Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusuma, Sabtu (11/4/2026).
Tak butuh waktu lama, empat personel Damkar Kuningan tiba di lokasi dengan perlengkapan evakuasi lengkap. Di bawah temaram lampu pelataran, petugas mendapati ular tersebut masih bertahan di posisinya. Karakteristik ular weling yang agresif saat merasa terancam memaksa petugas untuk bergerak dengan presisi tinggi dan ekstra waspada.
Duel dingin antara petugas dan reptil gesit itu berlangsung selama kurang lebih 10 menit. Dengan teknik khusus, petugas akhirnya berhasil menjinakkan ular yang diduga kuat berasal dari area persawahan luas di belakang rumah warga tersebut.
"Tidak ada kendala dalam proses evakuasinya, namun anggota kesulitan dikarenakan ular weling memberikan perlawanan dan pergerakan yang gesit sehingga harus hati-hati dalam penanganan. Ular diperkirakan dari area persawahan warga yang berada di belakang rumah masuk melalui sela-sela pagar rumah. Panjangnya sekitar 1 meter," tutur Arga.
Kehadiran ular weling di lingkungan manusia memang bukan perkara sepele. Arga menjelaskan bahwa evakuasi ini adalah misi penyelamatan nyawa, mengingat Bungarus candidus membawa ancaman neurotoksin yang bisa berakibat fatal hanya dalam hitungan jam.
"Ular weling adalah salah satu ular paling berbisa di Indonesia dengan racun neurotoksin kuat yang menyerang sistem saraf pusat, menyebabkan kelumpuhan otot, hingga gagal napas dalam 4-24 jam. Gigitannya sering tidak nyeri, namun tingkat kematian mencapai 60-70% jika tidak segera mendapat serum anti-bisa," jelas Arga menekankan bahaya laten ular tersebut.
Pascainsiden ini, Arga mengimbau warga Kuningan untuk lebih rajin memantau kebersihan lingkungan, terutama rumah yang berbatasan langsung dengan lahan terbuka atau sawah. Menutup celah lubang dan menggunakan aroma menyengat di area masuk rumah menjadi langkah preventif yang disarankan.
Bagi warga yang menghadapi situasi darurat serupa, Damkar Kuningan membuka pintu laporan selama 24 jam melalui Call Center UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan di nomor (0232) 871113 atau 081322698881.
(iqk/iqk)
