Wacana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung kembali mencuat setelah mendapat arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto. Pemerintah pusat disebut ingin mengoptimalkan kembali sejumlah bandara, termasuk Husein Sastranegara di Bandung dan Adi Sutjipto di Yogyakarta.
Namun rencana tersebut memunculkan perdebatan. Di satu sisi, masyarakat Bandung dinilai akan diuntungkan karena akses penerbangan kembali dekat ke pusat kota. Di sisi lain, ada persoalan keselamatan penerbangan hingga masa depan pengembangan Kota Bandung yang dinilai perlu dikaji lebih dalam.
Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno menilai warga Bandung kemungkinan besar akan menyambut baik jika Bandara Husein kembali melayani penerbangan komersial secara penuh.
"Ya orang Bandung sih senang-senang saja kalau dibuka artinya bisa dekat. Cuma memang harus dipertimbangkan lagi nanti mengganggu gak kegiatan aktivitas angkatan udara di situ," ujar Djoko saat diwawancarai, Jumat (29/5/2026).
Menurutnya, persoalan utama bukan sekadar soal kebutuhan penerbangan, melainkan dampak jangka panjang terhadap tata ruang Kota Bandung dan operasional penerbangan di kawasan padat penduduk.
Djoko menilai keberadaan bandara aktif di tengah kota akan membuat pengembangan gedung bertingkat di Bandung semakin terbatas karena aturan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP).
"Bandung itu kalau banyak pesawat bahaya karena banyak gedung bertingkat. Bandung juga gak akan bisa punya gedung tinggi juga nanti karena lokasinya ada pusat kota," katanya.
(bba/mso)