Pabrik kecil yang berada tepat di depan Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung tetap setia memproduksi keramik stoneware. Pabrik itu bernama DIK Keramik yang sudah berdiri sejak 1978.
Sepintas, fasad bangunan ini tak menyerupai pabrik pada umumnya. Hanya ada pintu kecil bertuliskan 'Pengrajin Keramik' yang kerap luput dari pandangan pelintas jalan. Namun, di balik lorong panjang berisi deretan produk siap jual, para perajin tampak sibuk membentuk tanah liat di ujung ruangan.
DIK Keramik kini telah memasuki generasi ketiga. Dikdik, sang penerus, menceritakan awal mula ia melanjutkan estafet bisnis keluarga tersebut.
"Dulu kakek saya, Haji Tong, bekerja di perusahaan keramik Belanda, lalu merintis usaha sendiri di Sukapura. Orang tua saya kemudian membangun pabrik di sini pada 1978, dan saya mulai mengelola sejak 1991," ungkapnya kepada detikJabar, Jumat (23/1/2024).
Seluruh proses produksi dilakukan secara manual tanpa bantuan mesin. Mulai dari pencampuran tanah dengan kaolin hingga pembakaran, semuanya dikerjakan oleh tujuh perajin terampil untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga.
Simak Video "Menemukan Uniknya Spot Gembok Cinta, Bandung"
(mso/mso)