Infografis: Rumah Nyaman bagi Macan Tutul hingga Ular Naga

Kabupaten Karawang

Infografis: Rumah Nyaman bagi Macan Tutul hingga Ular Naga

Tim detikJabar - detikJabar
Jumat, 18 Sep 2026 15:00 WIB
Infografis Gunung Sanggabuana.
Infografis Gunung Sanggabuana. (Foto: Olah visual menggunakan ChatGPT)
Bandung -

Gunung Sanggabuana mungkin bukan gunung yang menjulang tinggi. Dengan ketinggian 1.291 meter di atas permukaan laut (mdpl), gunung di perbatasan Kabupaten Karawang dan Bogor ini justru menyimpan kekayaan alam luar biasa.

Hutan Sanggabuana menjadi rumah bagi sejumlah satwa langka dan terancam punah. Salah satunya Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas), yang keberadaannya kembali terungkap melalui kamera pemantau yang dipasang di berbagai titik hutan.

Belasan Macan Tutul Terekam Kamera

Temuan itu merupakan bagian dari Sanggabuana Javan Leopard Survey (SJLS) yang dilakukan selama enam bulan di Pegunungan Sanggabuana. Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) menemukan belasan individu macan tutul dan macan kumbang dari ratusan foto serta video hasil rekaman trap camera.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 40 trap camera dipasang di sejumlah lokasi untuk memantau kehidupan satwa liar. Hasilnya, tim mengidentifikasi 19 individu macan tutul Jawa dan macan kumbang yang masih menghuni kawasan hutan Sanggabuana.

Dari jumlah tersebut, 14 merupakan macan tutul dan lima lainnya macan tutul melanistik atau macan kumbang. Sebanyak 17 ekor merupakan individu dewasa dan dua lainnya masih anak-anak.

ADVERTISEMENT

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, terdapat 11 macan tutul betina dan tiga jantan. Sementara macan kumbang yang teridentifikasi terdiri dari tiga betina dan dua jantan.

Selain macan tutul, kamera pemantau juga merekam berbagai satwa lain yang tidak kalah menarik. Di antaranya elang brontok, kancil, dan kucing hutan.

Bernard menilai temuan tersebut sejalan dengan komitmen TNI AD untuk menjaga kelestarian alam di kawasan Pegunungan Sanggabuana, yang juga menjadi wilayah latihan Resimen Latihan Tempur (Menlatpur) Kostrad Sanggabuana.

"Kami juga merekam berbagai satwa langka seperti elang brontok, kancil dan kucing hutan, temuan ini sejalan dengan harapan bapak Kasad yang tengah berupaya menjaga kelestarian alam khususnya di wilayah Pegunungan Sanggabuana yang merupakan daerah latihan Resimen Latihan Tempur (Menlatpur) Kostrad Sanggabuana," katanya.

Ada Ular Naga di Tengah Hutan

Jauh sebelum temuan belasan macan tutul tersebut, Sanggabuana juga pernah membuat peneliti terkesan dengan kemunculan Ular Naga Jawa (Xenodermus javanicus). Ular langka ini ditemukan di aliran Sungai Curug Cikoleangkak, salah satu kawasan air terjun di Puncak Sempur, Pegunungan Sanggabuana.

Ular sepanjang sekitar 50 sentimeter itu merupakan satwa endemik Jawa dan termasuk keluarga Xenodermidae. Namanya terdengar seperti makhluk dari cerita rakyat karena bentuk sisik di punggungnya yang menonjol dan bergerigi menyerupai gambaran naga.

"Ular naga ini bernama latin Xenodermus javanicus ini adalah jenis ular dari famili Xenodermidae. Ular ini ditemukan dengan ukuran panjang sekitar 50 sentimeter dan merupakan satwa endemik Jawa," kata Divisi Konservasi Keanekaragaman Hayati SCF Deby Sugiri, seperti dilansir detikJabar, Rabu (2/11/2022).

Nama Xenodermus sendiri merujuk pada istilah yang berarti 'kulit aneh'. Penampilan unik inilah yang membuat ular tersebut memiliki daya tarik tersendiri.

Dalam kebudayaan Sunda, kisah tentang naga juga bukan sesuatu yang asing. Naga Antaboga atau Sanghyang Antaboga dikenal dalam mitologi Sunda, Jawa, dan Bali sebagai sosok yang berkaitan dengan dunia para dewa.

Sanggabuana, Sangga bagi Buana

Di balik kekayaan satwanya, nama Gunung Sanggabuana sendiri menyimpan makna menarik. Karena berada di tanah Sunda, nama tersebut dapat ditelusuri melalui kosakata bahasa Sunda.

Kata Sanggabuana dapat dipenggal menjadi 'sangga' dan 'buana'. Dalam kamus Sundadigi, 'sangga' dapat berarti menyerahkan, seperti dalam kata sanggakeuneun, nyanggakeun, atau sumangga.

Namun, ada makna lain yang terasa lebih dekat dengan karakter gunung tersebut, yakni 'penyangga'. Sesuatu yang berfungsi menopang atau menahan sesuatu agar tidak roboh.

Sementara itu, 'buana' dapat berarti benua, tetapi juga bisa dimaknai sebagai bumi atau dunia. Jika disatukan, Sanggabuana dapat dimaknai sebagai 'penyangga bumi'.

Makna itu terasa menarik ketika melihat fungsi ekologis kawasan tersebut. Hutan Sanggabuana menjadi tempat berlindung berbagai satwa sekaligus sumber air bagi kehidupan di sekitarnya.

Menariknya lagi, Sundadigi juga mencatat 'Sanggabuana' sebagai istilah untuk menyebut seekor kuda hitam dengan keempat kaki dan jurai ekornya berwarna putih. Satu nama, tetapi menyimpan lebih dari satu cerita.

Gunung yang Menjadi Sumber Kehidupan

Secara administratif, Gunung Sanggabuana berada di Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, dan wilayah Jonggol, Kabupaten Bogor. Kawasan ini dapat dicapai menggunakan kendaraan pribadi dan selama ini dikenal bukan hanya sebagai tujuan pendakian, tetapi juga lokasi ziarah.

Sejumlah sumber menyebut terdapat 14 makam yang dikeramatkan di kawasan gunung tersebut. Di sisi lain, Sanggabuana juga menjadi salah satu kawasan penggemblengan prajurit TNI dan termasuk wilayah yang dikuasai Kostrad, bersama Cibenda dan Jatiluhur.

Sanggabuana merupakan gunung tidak aktif yang tidak memiliki catatan letusan maupun tanda aktivitas vulkanik. Meski tidak setinggi banyak gunung lain di Jawa Barat, kawasan hutannya memiliki peran penting bagi kehidupan di sekitarnya.

Mata air yang mengalir dari hutan Sanggabuana menjadi salah satu sumber kehidupan bagi berbagai makhluk. Ketika kamera menangkap keberadaan 19 macan tutul dan macan kumbang, sekaligus satwa-satwa langka lainnya, alam seolah menunjukkan bahwa hutan ini masih menjalankan fungsinya.

Gunung Sanggabuana akhirnya bukan sekadar bentang alam setinggi 1.291 mdpl. Di balik pepohonan dan aliran airnya, gunung ini menjadi ruang hidup bagi satwa langka sekaligus penyangga ekosistem yang masih tersisa.



(orb/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads