Bupati Bandung Dadang Supriatna mengimbau masyarakat tetap tenang merespons rentetan gempa bumi yang melanda wilayahnya baru-baru ini. Hingga saat ini, otoritas setempat memastikan belum ada laporan kerusakan bangunan akibat aktivitas seismik tersebut.
Pernyataan ini disampaikan Dadang di Rumah Dinas Bupati, Kompleks Pemkab Bandung, Soreang, Jumat (18/9/2026). Ia mencatat guncangan terbesar yang terjadi mencapai kekuatan 3,2 magnitudo.
"24 jam kemarin, Kabupaten Bandung memang ada beberapa kejadian gempa bumi yang memang 3,2 magnitudo. Saya juga mengharapkan pada seluruh warga Kabupaten Bandung harap tenang," ujar Dadang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai langkah mitigasi, Dadang menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung untuk menggencarkan edukasi kebencanaan. Langkah ini bertujuan agar masyarakat lebih siap dan memahami prosedur keselamatan saat terjadi guncangan.
"Maka saya perintahkan kepada BPBD untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Di mana kita harus diam, di posisi tempat yang mana lebih aman, nanti kita akan berikan pemahaman melalui BPBD," katanya.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), aktivitas gempa di wilayah tersebut tergolong intens. Sejak 11 Agustus hingga 17 September 2026 pukul 08.00 WIB, tercatat sebanyak 118 kali gempa bumi terjadi di wilayah tersebut.
Guncangan dilaporkan terasa di wilayah Kecamatan Kertasari dan Pangalengan. Merespons kondisi ini, tim gabungan BPBD dan BMKG telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan langsung.
"Betul, secara edukasi dan pemantauan BMKG dan BPBD ini sudah ke lapangan juga, dipantau di titik lokus yang mana dan sudah ada imbauan," jelas Dadang.
Meski situasi terpantau terkendali tanpa kerusakan, Dadang menegaskan bahwa petugas tetap bersiaga penuh di lapangan untuk memantau perkembangan situasi.
"Alhamdulillah saat ini mudah-mudahan tidak terjadi, ya, dan tidak ada kerusakan, dan ini suatu goncangan yang kecil tapi memang ini kita harus tetap waspada," tuturnya.
Ia pun mengingatkan warga agar senantiasa memperhatikan kondisi lingkungan sekitar sebagai bentuk kewaspadaan dini guna meminimalisir risiko yang tidak diinginkan.
"Ini akan lebih meringankan beban dalam rangka evakuasi dan lain sebagainya ke depannya. Tentunya masyarakat Kabupaten Bandung berdoa semoga musibah ini tidak terjadi di Kabupaten Bandung dan tentu selalu waspada, jangan sampai terlena," pungkasnya.
