Ratusan nelayan di kawasan Pantura Muara Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat, terpaksa menganggur dan menyandarkan kapal mereka dalam sepekan terakhir. Kondisi ini terjadi akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi yang menjadi penggerak utama kapal nelayan.
Puluhan kapal tampak berjejer di dermaga Desa Muara, Kecamatan Blanakan. Para nelayan terpaksa memarkirkan perahu mereka karena ketiadaan solar, bukan disebabkan oleh faktor cuaca buruk atau gelombang tinggi di laut. Ironisnya, kelangkaan ini justru terjadi di saat hasil tangkapan ikan di laut sedang menunjukkan tren yang membaik.
Akibat kesulitan tersebut, para nelayan harus mengantre panjang dan membawa puluhan jeriken demi mendapatkan sisa pasokan solar. Sebagian nelayan bahkan terpaksa saling berebut karena stok di SPBU Ciasem Hilir sangat terbatas, sementara sebagian lainnya memilih ikut dengan nelayan yang kebagian solar agar tetap bisa melaut.
Anwar, salah seorang nelayan setempat, mengungkapkan bahwa dirinya bersama rekan-rekan sesama nelayan sudah tidak bisa melaut hingga sepuluh hari terakhir.
"Habis nggak ada solar, nelayan mogok semua. Ada sedikit rebutan aja solarnya, itu yang dapet yang enggak dapet ya udah berhenti. Nganggur udah 10 hari ini, nggak tau carinya susah. Harusnya turunin solar biar lancar nelayan," ujar Anwar, Jumat (09/10/2026).
Simak Video "Video: Zulkifli Hasan Soroti Nelayan yang Tak Punya Daya Tawar"
(mso/mso)