Ratusan Nelayan Muara Ciasem Subang Menganggur gegara Kelangkaan BBM

Ratusan Nelayan Muara Ciasem Subang Menganggur gegara Kelangkaan BBM

Dian Firmansyah - detikJabar
Jumat, 09 Okt 2026 16:21 WIB
Nelayan Subang nganggur gegara BBM langka
Nelayan Subang nganggur gegara BBM langka (Foto: Dian Firmansyah/detikJabar).
Subang -

Ratusan nelayan di kawasan Pantura Muara Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat, terpaksa menganggur dan menyandarkan kapal mereka dalam sepekan terakhir. Kondisi ini terjadi akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi yang menjadi penggerak utama kapal nelayan.

Puluhan kapal tampak berjejer di dermaga Desa Muara, Kecamatan Blanakan. Para nelayan terpaksa memarkirkan perahu mereka karena ketiadaan solar, bukan disebabkan oleh faktor cuaca buruk atau gelombang tinggi di laut. Ironisnya, kelangkaan ini justru terjadi di saat hasil tangkapan ikan di laut sedang menunjukkan tren yang membaik.

Akibat kesulitan tersebut, para nelayan harus mengantre panjang dan membawa puluhan jeriken demi mendapatkan sisa pasokan solar. Sebagian nelayan bahkan terpaksa saling berebut karena stok di SPBU Ciasem Hilir sangat terbatas, sementara sebagian lainnya memilih ikut dengan nelayan yang kebagian solar agar tetap bisa melaut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anwar, salah seorang nelayan setempat, mengungkapkan bahwa dirinya bersama rekan-rekan sesama nelayan sudah tidak bisa melaut hingga sepuluh hari terakhir.

"Habis nggak ada solar, nelayan mogok semua. Ada sedikit rebutan aja solarnya, itu yang dapet yang enggak dapet ya udah berhenti. Nganggur udah 10 hari ini, nggak tau carinya susah. Harusnya turunin solar biar lancar nelayan," ujar Anwar, Jumat (09/10/2026).

Sementara itu, Ketua KPL Mina Bahari Muara Ciasem, Ade Kardi, menjelaskan bahwa kelangkaan ini dipicu oleh tingginya kebutuhan BBM serta kuota yang terbatas. Pihaknya berharap Pertamina segera turun tangan menambah kuota penyaluran ke SPBU wilayah setempat.

"Iya benar terkait BBM sulit karena banyak pengguna BBM dan stok terbatas. Harapan kami ke Pertamina ada penambahan kuota BBM khususnya ke Ciasem Hilir supaya bisa lancar, nelayan lancar. Kalau BBM enggak ada, banyak nelayan tidak melaut dan pasokan ikan tidak ada," kata Ade Kardi.

Di tengah krisis solar bersubsidi yang melanda, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) yang berada di TPI KUD Mina Bahari hingga kini belum dapat beroperasi. Berdasarkan informasi, pengurus KUD saat ini masih mengurus proses perizinan ke instansi terkait agar fasilitas SPBN tersebut dapat segera beroperasi normal dan melayani kebutuhan bahan bakar nelayan.

Para nelayan berharap pihak Pertamina maupun instansi terkait dapat segera merespons cepat keluhan ini dengan menambah kuota solar bersubsidi di SPBU yang telah ditunjuk, sehingga aktivitas melaut dan roda perekonomian di kawasan Pantura Muara Ciasem dapat kembali pulih.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Zulkifli Hasan Soroti Nelayan yang Tak Punya Daya Tawar"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads