Sekadar diketahui, fasilitas proyek BRT Bandung Raya kini sudah mulai dibangun di beberapa ruas jalan di Kota Bandung. Beberapa waktu ke belakang, proyek itu menimbulkan persoalan karena pembangunan halte yang memakan bahu jalan, hingga halte on-coridor yang berada di tengah jalan.
"Solusinya adalah kita harus segera percepat proyeknya. Karena nggak ada pilihan lain. Kita menutup jalan, lebih parah lagi. Misalkan dialihkan, itu akan lebih parah lagi," kata Farhan, Selasa (6/10/2026).
Farhan mengungkapkan, ia tidak mau kemacetan panjang terjadi seperti saat proyek pembangunan underpass di Kota Cimahi. Solusi satu-satunya menurut Farhan, proyek BRT harus dipercepat.
"Belajar dari pengalaman Cimahi yang sekarang sedang menutup ruas jalan utama, wah, kemacetan lebih mengerikan. Jadi sekarang memang kita akan lakukan sosialisasi, lebih cepat, kita terpaksa harus menyesuaikan jam perjalanan kita," ungkapnya.
"Dan juga tentu saja kita akan mengurangi titik-titik pekerjaan seperti galian kabel, seperti perbaikan-perbaikan jalan, kita kurangi dulu sekarang. Kita akan lebih fokus pada perbaikan trotoar, dan juga perbaikan galian kabel itu kita lakukan di tengah malam. Itu antisipasinya," tambahnya.
Selain itu, Farhan memastikan bakal segera menemui pemenang tender proyek BRT supaya pengerjaan fasilitas itu bisa segera dituntaskan. "Saya belum bisa komentar. Saya harus ketemu dengan orang BRT," pungkasnya.
(ral/yum)