Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengancam akan kembali meluapkan kekesalannya terkait proyek pembangunan fasilitas Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya. Sebab saat ini, proyek ambisius untuk moda transportasi massal itu justru dikeluhkan karena menimbulkan kemacetan di jalan.
Salah satunya terjadi di Jalan Jakarta, Kota Bandung. Di kawasan ini, proyek BRT banyak mendatangkan keluhan, terutama saat jam masuk dan pulang kerja.
"Pembangunan BRT saya akan tinjau hari ini. Saya akan keliling mengenai efek dari pembangunan BRT, karena kemarin agak terlalu adem ya kayaknya," kara Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis (20/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi begitu semalam saya dengar ternyata menimbulkan kemacetan, nah saya baru akan turun. Nanti saya akan lihat dulu lah siga kumaha prosesna," ucapnya menambahkan.
Farhan mengakui proyek pembangunan fasilitas BRT yang saat ini sedang dikerjakan yakni halte berdampak signifikan di lapangan. Proyek itu kata dia, mempersempit badan jalan lantaran memerlukan separator di jalur khusus BRT.
"Nanti dampaknya akan makin lama makin bertambah, terutama dengan pembangunan pemisah ya, separator khusus untuk bus, mempersempit jalan. Makanya saya lagi pelajari dulu itu kumaha dampaknya," tuturnya.
Farhan pun memastikan bakal terus berkomunikasi dengan pihak pelaksana proyek BRT. Sebab ia mengancam jika proyek ini dijalankan tidak sesuai ketentuan, Farhan bakal mengamuk kembali seperti beberapa waktu lalu.
"Kalau sama BRT-nya kita lakukan komunikasi terus ya. Jangan sampai nanti saya merasa kecolongan, saya ke ngamuk deui di jalan, hoream pan. Ya itu dia yang akan kita saya awasi langsung sekarang ke lapangan," pungkasnya.
(ral/sud)
