Proyek pembangunan halte on-corridor Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya di Pasar Baru menyisakan masalah. Proyek dua halte yang sedang dikerjakan di sana kini berdampak karena menimbulkan kemacetan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turut merespons hal itu. Di satu sisi, ia mengaku meminta warga memberi ruang bagi pemerintah yang saat ini sedang berupaya menghadirkan sistem transportasi massal di Kota Bandung.
"Bagaimanapun juga, saya sudah minta dan rapat hampir setiap hari untuk memastikan bahwa pembangunannya tidak memberikan dampak atau beban berat kepada masyarakat," kata Farhan, Jumat (23/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun, saya juga akan meminta kepada masyarakat untuk memberikan sedikit ruang, karena untuk perbaikan transportasi umum kita memang harus bersama-sama sedikit berkorban," ucapnya menambahkan.
Farhan memastikan tidak menutup mata soal keluhan warga terkait proyek pembangunan BRT. Keluhan itu bakal dia perhatikan agar proyek BRT nantinya bisa memberi manfaat besar bagi Kota Bandung.
"Bukan berarti kita berkorbannya habis-habisan. Bagaimanapun juga, keluhan masyarakat sangat kita perhatikan dan saya tetap akan mendukung BRT, asal kita juga melakukan pembangunannya dengan cara yang tidak kemudian membuat kita jadi seakan-akan tidak bisa bergerak ke mana-mana," ungkapnya.
Farhan sempat meminta agar Dinas Perhubungan hingga pihak kontraktor proyek memberi informasi kepada masyarakat soal rencana pembangunan tersebut. Ia memastikan bakal menegur pihak-pihak itu karena bakal ada 10 titik halte on-corridor yang bakal dibangun.
"Iya, makanya saya akan menegur lagi agar 10 titik yang di tengah itu segera disosialisasikan dengan lebih masif. Sekarang kan baru dua, dua aja, mumpung baru dua. Masih ada delapan lagi. Nah, delapannya kita kejar untuk sosialisasi ke masyarakat," pungkasnya.
(ral/yum)
