Proyek pembangunan halte on-corridor di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di kawasan Cicadas, Kota Bandung menyisakan persoalan. Halte tersebut dibangun di tengah jalan yang akhirnya menimbulkan kemacetan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun detikJabar, halte BRT serupa dengan konsep on-corridor akan dibangun di 3 titik, yakni Cicadas, Stasiun Hall dan Pasar Baru. Namun kemudian, desainnya justru jauh dengan konsep yang diterapkan di Jakarta.
Di Jakarta, halte busway biasanya didukung dengan fasilitas jembatan penyebrangan orang (JPO). Namun di Bandung, halte BRT on-corridor justru tidak dilengkapi JPO, melainkan hanya pelican crossing untuk pejalan kaki yang mau naik BRT.
Desain ini lah yang kemudian dikritik pengamat tata kota ITB, Frans Ari Prasetyo. Ia menyatakan, perancang BRT telah melakukan kesalahan dalam pembuatan desain halte dan tidak mempertimbangkan kondisi jalan di Kota Bandng.
"Itu ada kesalahan tentang desain arsitektur dari haltenya itu sendiri, karena dia tidak mempertimbangkan koridor jalan tersebut," katanya saat berbincang dengan wartawan, Jumat (11/9/2026).
Simak Video "Menemukan Uniknya Spot Gembok Cinta, Bandung"
(ral/mso)