Proyek pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya terus dikebut. Kali ini, pengerjaan halte sistem angkutan massal tersebut mulai menyentuh Jalan Ahmad Yani, tepatnya di kawasan Cicadas, Kota Bandung.
Kawasan ini sebelumnya telah ditata setelah penertiban ratusan PKL di Cicadas Market pada Mei 2026. Kala itu, ratusan kios pedagang dibongkar demi mengembalikan fungsi trotoar, yang kini mulai dimanfaatkan untuk pembangunan proyek BRT Bandung Raya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan detikJabar di lokasi, Minggu (26/7/2026), pembangunan fasilitas BRT di kawasan Cicadas mulai berjalan. Rencananya, di sepanjang jalur ini akan berdiri halte on-corridor untuk mendukung proyek tersebut.
"Di Cicadas itu baru halte on corridor-nya, lagi dikerjakan," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Rasdian saat dikonfirmasi, Minggu (26/7/2026).
Pembangunan halte BRT di kawasan Cicadas. (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar) |
Sebagai informasi, halte on-corridor akan dilayani oleh bus di jalur khusus. Sementara itu, halte off-corridor tetap bergantung pada lalu lintas campuran (mixed traffic) tanpa mengubah struktur jalur di jalan tersebut.
Rasdian mengaku belum menerima laporan terbaru mengenai progres pembangunan proyek BRT Bandung Raya secara keseluruhan. Biasanya, laporan progres disampaikan setiap awal bulan. Proyek ini sendiri ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 mendatang.
"Informasi terakhir ini biasa kan laporan bulanan itu infokan ke kita. Nanti awal bulan kayaknya, akhir bulan ini sudah ada laporannya berapa persen. Dia kan ada timeline-nya itu harus selesai tahun ini," tuturnya.
Berdasarkan kajian, BRT Bandung Raya akan memiliki 18 rute yang melintasi Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, dan Sumedang. Proyek ini akan didukung halte di 256 titik, dengan 232 titik di antaranya berada di Kota Bandung.
(ral/orb)

