Sebuah rekaman video keluhan nelayan soal kondisi sebagian kolam dermaga yang mendangkal di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP), Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial.
Di video itu, perahu-perahu nelayan terlihat terjebak dan kandas akibat sedimentasi lumpur yang parah saat air laut surut.
Pantauan detikJabar di lokasi pada Jumat (4/9/2026) , kondisi sebagian kolam dermaga PPNP tampak memprihatinkan. Hamparan dasar kolam berupa endapan lumpur tebal bercampur bebatuan kerikil dan pasir terlihat jelas mencuat ke permukaan akibat air laut yang surut total.
Puluhan perahu nelayan tradisional berjejer tak berdaya, terdampar di atas hamparan lumpur kering dan bebatuan tanpa daya apung.
Sejumlah anak buah kapal (ABK) tampak berjalan kaki di atas endapan dasar laut yang mengering untuk memeriksa lambung perahu mereka yang miring dan tertahan.
Perekam sekaligus pemilik akun yang mengunggah video tersebut, Alpiansyah, membeberkan kondisi dangkalnya kolam dermaga sudah berlangsung puluhan tahun tanpa penanganan.
"Intinya mah memang kondisi laut lagi surut. Yang membikin parahnya itu kondisi dermaganya yang sudah dangkal karena sudah puluhan tahun belum pernah dikeruk. Sudah puluhan tahun mungkin, kurang lebih," tutur Alpiansyah saat ditemui detikJabar di dermaga PPNP.
Dampak pendangkalan ini membuat jadwal melaut nelayan kacau balau. Perahu yang telanjur kandas terpaksa menunggu air pasang atau ditarik paksa menggunakan perahu lain ke perairan yang lebih dalam.
"Itu pun berisiko. Lambung kapal bisa pecah atau patah karena gesekan pas ditarik. Namanya juga kita butuh mau ke laut, ya mau gimana lagi, dipaksain aja," ucapnya.
Menurut Alpiansyah, lumpur tebal yang menimbun kolam dermaga juga berasal dari material banjir limpahan sungai beberapa waktu lalu. Persoalan kian bertumpuk lantaran lantai dermaga bongkar muat ditinggikan, sementara dasar laut tidak kunjung dikeruk.
"Lantai dermaga dibuat lebih tinggi, air laut makin bawah, jadi aktivitas itu bertambah makin susah. Apalagi saat musim ikan begini, mau masuk (sandar) hampir-hampir nggak bisa jalan," kata dia.
Kepadatan perahu kian parah setiap hari Jumat. Seluruh aktivitas perahu payang hingga perahu bagan terancam lumpuh total akibat jalur perahu yang tertutup lumpur dan air surut.
"Harapan kami pengin segera cepat-cepat dikeruk. Ini sudah sangat mengkhawatirkan dan berisiko, masa harus nunggu korban dulu baru ada respons dari pengurus dermaga," pungkas Alpiansyah.
Upaya konfirmasi telah dilakukan detikJabar ke kantor PPNP terkait keluhan nelayan tersebut. Namun, salah seorang petugas perempuan di lokasi menyatakan Kepala PPNP maupun pejabat humas sedang dinas luar.
Simak Video "Menikmati Kesegaran Kelapa Pasca Berenang di Sukabumi"
(sya/dir)