Round Up

Air yang Kini Jadi Barang Berharga di Tasikmalaya

Tim detikJabar - detikJabar
Jumat, 17 Jul 2026 07:30 WIB
Penyaluran bantuan air bersih untuk warga yang terdampak kekeringan di Tasikmmalaya (Foto: Deden Rahadian)
Tasikmalaya -

Air yang selama ini mengalir begitu saja dari sumur permukiman, kini berubah menjadi barang berharga bagi ribuan warga di Kabupaten Tasikmalaya. Akibatnya, 4.771 jiwa terdampak kekeringan dan harus berjuang untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Kondisi ini pun membuat Pemkab Tasikmalaya menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Keputusan itu berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026, setelah membuat 2.753 Kepala Keluarga (KK) terdampak.

"Kami imbau masyarakat waspada kekeringan. Hemat penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari. Utamakan untuk kebutuhan pokok dan sanitasi. Segera laporkan ke kami jika ada wilayah yang mengalami kekurangan air," kata Roni saat dikonfirmasi detikJabar, Kamis (16/7/2026).

Status kedaruratan bukan hanya berlaku untuk kekeringan. Potensi kebakaran hutan dan lahan juga jadi sorotan di tengah kondisi kemarau.

"Jangan membakar sampah sembarangan. Jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Jangan tinggalkan api di hutan dan lahan. Kalau ada temuan asap atau titik api, segera laporkan," tegas Roni.

Selama masa siaga darurat, BPBD bersama TNI, Polri, pemerintah kecamatan, desa, dan relawan akan meningkatkan patroli, sosialisasi, serta kesiapsiagaan di wilayah rawan. Warga diimbau memantau informasi resmi dari BPBD agar tidak termakan hoaks.

Sementara itu, FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya bergerak menyalurkan bantuan ke wilayah yang terdampak. Sebanyak 56 kepala keluarga di Kampung Sagobog, Desa Cibalanarik, Kecamatan Tanjungjaya menerima distribusi air bersih.

Pendistribusian dipusatkan di RT 01/RW 01 Kampung Sagobog. Truk tangki air milik FK Tagana datang langsung ke lokasi untuk memenuhi kebutuhan warga sehari-hari.

"Bantuan ini kami salurkan karena warga di sini memang sangat kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau," ujar Koordinator FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adi Setia kepada detikJabar.

Alhasil, bantuan ini langsung diburu warga sekitar. Mereka membawa jeriken dan ember, karena air bersih tersebut rencananya digunakan untuk kebutuhan minum, memasak, hingga mandi.

FK Tagana menyebut kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana kekeringan. "Ini komitmen kami untuk hadir membantu masyarakat. Semoga bisa meringankan beban warga sampai sumber air kembali normal," jelas Jembar.

Di Desa Cibalanarik, sumur-sumur warga sudah banyak yang kering dalam dua bulan terakhir. Warga terpaksa membeli air atau berjalan jauh ke sumber air terdekat.

FK Tagana memastikan pendistribusian air bersih akan terus dilakukan ke desa-desa lain di Tasikmalaya yang mengalami krisis air selama musim kemarau. Mereka juga mengajak masyarakat dan donatur untuk ikut membantu agar bantuan bisa menjangkau lebih banyak warga terdampak.

"Kami berharap bantuan ini bisa sedikit mengurangi kesulitan warga. Kesehatan dan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi," pungkas Jembar.



Simak Video "Video: Krisis Air Sukabumi, Ratusan Warga Bertahan di 'Kobakan'"

(ral/dir)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork