Sebuah grup tertutup di platform Facebook dengan nama 'Kaum Pelangi MAJALENGKA' terdeteksi memiliki anggota sebanyak 4.389 akun. Meski berstatus privat, keberadaan grup tersebut masih dapat ditemukan publik melalui fitur pencarian.
Berdasarkan riwayat pembuatannya, grup ini telah eksis sejak 9 Juli 2022. Dalam kolom deskripsi, pengelola mencantumkan tujuan pembentukan ruang digital tersebut, yakni 'Perbanyak Teman Sesama Kaum Pelangi Biar Tidak Kesepian'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Temuan ini memicu reaksi dari DPD Persatuan Umat Islam (PUI) Kabupaten Majalengka. Ketua DPD PUI Majalengka, KH Asep Zaki Mulyatno, menyatakan keprihatinannya dan menegaskan bahwa fenomena ini memerlukan langkah penyadaran yang serius di masyarakat.
"Adanya grup LGBT di Majalengka yang sudah diikuti oleh ribuan pengguna akun media sosial tentunya sangat memprihatinkan bagi kita, khususnya kami di Persatuan Umat Islam," kata Zaki kepada detikJabar, Jumat (17/7/2026).
Zaki menjelaskan, PUI berkomitmen melakukan upaya edukasi bersama organisasi kemasyarakatan lainnya melalui jalur keagamaan dan pendidikan. Salah satu langkah konkretnya adalah mengoptimalkan peran ratusan sekolah yang berada di bawah naungan PUI.
"PUI dengan ratusan sekolah di Kabupaten Majalengka akan mengimbau kepada seluruh tenaga pendidik, hingga guru-guru hingga untuk mengampanyekan penolakan terhadap LGBT di sekolah-sekolah," ujarnya.
Persoalan ini juga telah menjadi salah satu poin pembahasan dalam Musyawarah Gerakan Persatuan Organisasi Islam Lawan Maksiat (GEMMA) yang digelar baru-baru ini. Selain kampanye di lingkungan sekolah, PUI berencana memasukkan materi penyadaran tersebut ke dalam agenda Masa Orientasi Sekolah (MOS).
Zaki menilai penanganan masalah ini memerlukan komitmen jangka panjang dan kolaborasi lintas sektor. Peran keluarga, lingkungan, hingga lembaga pendidikan dianggap sangat krusial dalam membangun kesadaran kolektif.
"Semangat untuk menghadapi persoalan ini harus menjadi gerakan bersama. Tidak bisa hanya sebagian pihak saja yang peduli. Dukungan keluarga dan lingkungan menjadi bagian penting dalam upaya penyadaran di masyarakat," pungkasnya.
